Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, Komala Dewi, Muhammad Zahid Nasution, dan Nurlely, bekerja sama dengan Rumah Zakat memberikan bantuan Al-Qur’an Braille kepada jamaah Pengajian Pertuni, Kamis (17/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan sinergi dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pembelajaran Al-Qur’an bagi penyandang tunanetra, sekaligus memperkuat akses terhadap pendidikan agama Islam yang inklusif dan berkelanjutan.
Penyerahan Al-Qur’an Braille ini menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah untuk mendukung jamaah Pengajian Pertuni dalam mempelajari, membaca, dan memahami Al-Qur’an sesuai dengan kemampuan masing-masing. Al-Qur’an Braille yang disalurkan diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat bagi jamaah, sehingga mereka memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berinteraksi dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah, Heriansyah Harahap, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Rumah Zakat dalam mendukung kegiatan pembinaan keagamaan bagi jamaah Pengajian Pertuni. “Al-Qur’an Braille ini bukan sekadar bantuan berupa sarana membaca, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar kita untuk mendukung jamaah Pertuni agar semakin dekat dengan Al-Qur’an. Kami mengucapkan terima kasih kepada Rumah Zakat yang telah bekerja sama dalam menghadirkan bantuan ini,” ungkap Heriansyah.
Lebih lanjut, Heriansyah Harahap menjelaskan bahwa Al-Qur’an Braille yang telah diberikan tersebut selanjutnya akan dibimbing dan dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah. Bimbingan ini diharapkan dapat membantu jamaah memahami cara penggunaan Al-Qur’an Braille, meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, serta memperkuat pemahaman terhadap ajaran Islam. Pendampingan akan menjadi bagian dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan sesuai kebutuhan peserta.
Komala Dewi, Muhammad Zahid Nasution, dan Nurlely turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian dari sinergi penyuluh agama dalam memberikan pelayanan dan bimbingan keagamaan kepada masyarakat. Kerja sama antara para penyuluh dan Rumah Zakat diharapkan dapat memperluas manfaat program pembelajaran Al-Qur’an, khususnya bagi jamaah tunanetra yang membutuhkan sarana dan pendampingan yang sesuai. Kegiatan ini juga mencerminkan pentingnya kolaborasi antara lembaga sosial dan instansi keagamaan dalam mendukung pendidikan Islam.
Salah seorang penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah menyampaikan bahwa pemberian Al-Qur’an Braille perlu diikuti dengan bimbingan yang terarah agar bantuan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. “Kami berharap Al-Qur’an Braille ini dapat digunakan dengan sebaik-baiknya oleh jamaah Pertuni. Insyaallah, para penyuluh agama Islam KUA Medan Petisah akan terus memberikan bimbingan agar jamaah dapat belajar Al-Qur’an dengan semangat, memperoleh manfaat ilmu, dan meningkatkan kecintaan kepada kitab suci Al-Qur’an,” tuturnya.
Kegiatan penyerahan Al-Qur’an Braille kepada Pengajian Pertuni melalui kerja sama Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah dan Rumah Zakat menjadi langkah positif dalam mendukung pembinaan keagamaan yang ramah dan inklusif. Heriansyah Harahap, Komala Dewi, Muhammad Zahid Nasution, dan Nurlely berkomitmen untuk melanjutkan bimbingan kepada jamaah melalui kegiatan penyuluhan dan pembelajaran Al-Qur’an. Dengan adanya dukungan sarana Al-Qur’an Braille serta pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan semakin banyak jamaah yang dapat memperoleh kesempatan untuk belajar, membaca, dan mendalami Al-Qur’an.

