Dalami Yakobus 5:7-11, Penyuluh Kemenag Medan Tekankan Ketekunan dalam Pengabdian

Medan (Humas) — Menjalankan tugas sebagai abdi negara membutuhkan ketekunan, kesabaran, dan kesetiaan dalam menghadapi berbagai tantangan. Nilai tersebut menjadi bagian dari pesan Firman Tuhan yang disampaikan dalam pembinaan rohani Kristen di Kantor Detasemen Polisi Militer I/5 Medan, Jalan Letjen Suprapto No. 4, Hamdan, Kecamatan Medan Maimun, Senin (21/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, Daminta Berutu, S.Th., menyampaikan Firman Tuhan berdasarkan Yakobus 5:7-11 dengan tema “Semangat Menjalankan Tugas sebagai Abdi Negara”.

Pembinaan rohani tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penguatan iman sekaligus merefleksikan tanggung jawab dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kegiatan turut diisi dengan pelayanan pujian oleh Sadar Kurnia Harefa, S.Th., yang mengajak peserta mengikuti rangkaian pembinaan dengan penuh penghayatan. Suasana khidmat terlihat selama penyampaian firman dan perenungan bersama.

Dalam penyampaiannya, Daminta Berutu menjelaskan bahwa Yakobus 5:7-11 mengajarkan pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam menjalani kehidupan. Pesan tersebut, menurutnya, relevan dengan kehidupan seorang abdi negara yang memiliki tanggung jawab untuk menjalankan tugas secara sungguh-sungguh, termasuk ketika menghadapi berbagai tantangan dan keadaan yang tidak selalu sesuai dengan harapan.

“Sebagai abdi negara, kita harus memiliki semangat, kesabaran, dan ketekunan dalam menjalankan tugas. Setiap tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, sehingga pekerjaan yang kita lakukan dapat menjadi bagian dari pengabdian,” ujar Daminta.

Ia kemudian mengajak peserta untuk memahami bahwa kesabaran bukan berarti berhenti berusaha atau hanya menunggu keadaan berubah. Kesabaran harus berjalan bersama ketekunan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus melakukan yang terbaik dalam setiap tugas yang dipercayakan. Ia menggunakan gambaran seorang petani yang tetap mengolah tanah dan menantikan hasil panen sebagai teladan dalam menjalani proses dengan tekun.

“Seperti seorang petani yang tetap bekerja dan menunggu hasil dengan sabar, demikian juga kita dalam menjalankan tugas. Kita harus tetap berusaha, tidak mudah putus asa, dan percaya bahwa setiap proses memiliki waktunya. Yang terpenting adalah kita tetap setia melakukan bagian kita dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Lebih lanjut, Daminta mengingatkan peserta agar tetap menjaga sikap dan hati ketika berhadapan dengan tekanan maupun berbagai persoalan dalam pekerjaan. Menurutnya, tantangan dalam menjalankan tugas merupakan bagian dari proses yang dapat membentuk pribadi semakin matang apabila dihadapi dengan sikap yang benar. Ketekunan juga perlu disertai dengan integritas dan tanggung jawab agar semangat pengabdian tetap terjaga.

“Jangan biarkan kesulitan membuat kita kehilangan semangat dalam bekerja. Jadikan setiap tantangan sebagai kesempatan untuk belajar menjadi pribadi yang lebih sabar, kuat, dan tetap mampu memberikan pelayanan terbaik,” tuturnya.

Daminta juga mengajak peserta untuk meneladani kesabaran Ayub sebagaimana dikisahkan dalam Yakobus 5:7-11. Keteladanan tersebut menjadi pengingat bahwa kesetiaan tidak hanya diuji ketika keadaan berjalan baik, tetapi juga ketika seseorang menghadapi kesulitan. Dalam konteks pengabdian sebagai abdi negara, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui konsistensi menjalankan tugas, menjaga kepercayaan, serta tetap berpegang pada tanggung jawab yang telah diberikan.

Pesan Firman Tuhan tersebut juga menekankan bahwa pekerjaan yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab merupakan bagian dari bentuk pengabdian. Setiap peserta diharapkan dapat menjalankan tugas sesuai dengan perannya, menjaga kedisiplinan, membangun kerja sama, serta terus melakukan evaluasi dan perbaikan dalam memberikan pelayanan. Dengan semangat tersebut, tugas yang dijalankan tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan kerja.

Pembinaan rohani berlangsung dalam suasana khidmat dan diikuti dengan penuh perhatian oleh peserta. Melalui perenungan Yakobus 5:7-11, peserta kembali diingatkan mengenai pentingnya kesabaran, ketekunan, dan kesetiaan dalam menjalankan tanggung jawab sebagai abdi negara. Pelayanan pujian yang dibawakan Sadar Kurnia Harefa, S.Th., turut mendukung suasana pembinaan sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan dengan lebih khusyuk. Melalui kegiatan tersebut, nilai-nilai iman diharapkan semakin menguatkan komitmen peserta untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan semangat pengabdian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *