Medan (Humas) – Penyuluhan agama dan bimbingan spiritual di rumah sakit merupakan bagian penting dalam memberikan dukungan kepada pasien, khususnya dalam menghadapi kondisi sakit yang dialami. Hal inilah yang dilakukan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., saat memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada pasien di RSP CHL USU Medan, Jalan Dr. Mansyur, No. 66 Kelurahan Merdeka’, Kota Medan, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut juga diikuti Penyuluh Agama Islam Marliani dari KUA Kecamatan Medan Perjuangan dan Nita Lamongga dari KUA Kecamatan Medan Barat. Para penyuluh secara bergantian mendatangi pasien Muslim dari satu ruangan ke ruangan lainnya untuk memberikan motivasi, penguatan keimanan, serta mengajak pasien agar tetap sabar dan ikhlas dalam menghadapi ujian sakit.
Marliani membuka kegiatan dengan memperkenalkan para penyuluh kepada pasien dan keluarga. Ia menjelaskan bahwa kehadiran mereka merupakan bagian dari pelayanan bimbingan keagamaan Kementerian Agama yang dilaksanakan melalui kerja sama dengan pihak rumah sakit. “Kami hadir sebagai Penyuluh Agama Islam dari Kementerian Agama untuk memberikan bimbingan dan penyuluhan keagamaan kepada pasien, khususnya dalam memberikan penguatan spiritual selama menjalani perawatan,” ujarnya.
Selanjutnya, Paidi menyampaikan bahwa sakit merupakan salah satu ketetapan Allah SWT yang perlu dihadapi dengan kesabaran dan keikhlasan. Menurutnya, di balik kondisi sakit terdapat hikmah yang dapat menjadi bahan introspeksi bagi setiap manusia. “Sakit juga merupakan takdir dan ketetapan Allah SWT. Dari kondisi ini kita dapat mengambil hikmah, di antaranya pentingnya menjaga nikmat sehat, menjaga pola makan yang baik, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang bersih dan halal,” ujar Paidi.
Paidi juga mengingatkan pasien agar tetap mengikuti anjuran medis selama menjalani perawatan. Menurutnya, ikhtiar secara lahiriah harus berjalan seiring dengan ikhtiar secara spiritual melalui ibadah dan doa. “Di balik rasa sakit yang sedang diderita, jangan lupa untuk tetap meminum obat atau mengikuti resep dari dokter. Bersamaan dengan itu, senantiasalah mendirikan salat dan berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan, kesembuhan, dan ketabahan,” tambahnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan muhasabah diri dan doa yang dipimpin oleh Nita Lamongga. Dengan suasana yang khusyuk, pasien diajak untuk menenangkan hati, mengingat kebesaran Allah SWT, serta menyerahkan segala kondisi kepada-Nya setelah melakukan berbagai ikhtiar. Bimbingan tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan batin dan semangat kepada pasien selama menjalani proses pengobatan.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para penyuluh yang terus aktif memberikan pelayanan kepada masyarakat, termasuk kepada pasien rawat inap di rumah sakit. “Kehadiran para penyuluh bukan hanya memberikan semangat kepada pasien, tetapi juga dapat menghibur dan menguatkan keluarga yang dengan sabar menunggu anak, orang tua, atau keluarganya yang sedang sakit,” ujar Agus Salim.
Kegiatan bimbingan keagamaan ini menjadi wujud nyata kepedulian Penyuluh Agama Islam dalam menghadirkan pelayanan spiritual, sehingga pasien dan keluarga tidak hanya memperoleh dukungan dalam aspek pengobatan, tetapi juga mendapatkan penguatan iman, kesabaran, dan ketenangan dalam menghadapi ujian.(Paidi).

