Belajar Mencukupkan Diri dalam Segala Keadaan, Penyuluh Kristen Kemenag Medan Sampaikan Pesan Filipi 4:10-20

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan pelayanan bimbingan rohani di Yayasan Guna Budi Bakti, Jalan KL. Yos Sudarso No.16, Martubung, Kecamatan Medan Labuhan, Rabu (23/9/2026). Pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya penyuluh dalam memberikan penguatan iman serta pendampingan spiritual kepada masyarakat. Kegiatan diisi dengan penyampaian firman Tuhan, doa syafaat, dan rangkaian ibadah yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain itu, pelayanan ini diharapkan dapat membantu peserta semakin memahami nilai-nilai iman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Firman Tuhan disampaikan oleh Torang Mauli Tua Barutu, S.Th., M.Pd.K. dengan mengambil dasar dari Filipi 4:10-20. Pesan tersebut mengajak umat untuk belajar menerima setiap keadaan dengan penuh syukur serta tetap mengandalkan Tuhan dalam menjalani kehidupan. Ia menekankan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan, sehingga umat perlu memiliki keteguhan iman dalam menghadapi berbagai situasi. “Kita perlu belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan, sebab kekuatan dan kecukupan yang sejati bukan hanya berasal dari apa yang kita miliki, tetapi dari Tuhan,” ujarnya.

Dalam penyampaiannya, Torang menjelaskan bahwa Rasul Paulus memberikan teladan tentang bagaimana tetap bersyukur ketika mengalami kelimpahan maupun kekurangan. Menurutnya, rasa syukur tidak seharusnya hanya muncul ketika keadaan berjalan baik, tetapi juga ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan. Sementara itu, umat diajak untuk tidak menjadikan keadaan sebagai ukuran utama dalam menentukan sukacita dan pengharapan. “Ketika kita mampu bersyukur dalam setiap keadaan, kita belajar menyadari bahwa Tuhan tetap bekerja dan memelihara kehidupan kita,” tuturnya.

Selain itu, Torang mengingatkan bahwa kehidupan orang percaya perlu dibangun di atas keyakinan bahwa Tuhan memberikan kekuatan dalam menghadapi berbagai keadaan. Ia mengajak peserta untuk tidak mudah mengeluh ketika menghadapi keterbatasan, melainkan tetap menjalani kehidupan dengan iman dan pengharapan. “Bukan berarti kita tidak boleh memiliki keinginan atau berusaha memperbaiki keadaan, tetapi kita harus tetap percaya bahwa Tuhan memberikan kekuatan untuk menghadapi apa pun yang sedang kita jalani,” katanya. Menurutnya, sikap tersebut dapat menolong umat menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan tidak mudah kehilangan pengharapan.

Senada dengan hal itu, doa syafaat yang dipimpin oleh Maruli Siburian, S.Th. menjadi bagian penting dalam rangkaian pelayanan rohani tersebut. Doa dipanjatkan sebagai bentuk penyerahan berbagai pergumulan, kebutuhan, serta harapan jemaat kepada Tuhan. Sementara itu, Glen selaku pembawa acara mengarahkan jalannya kegiatan sehingga seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan tertib dan penuh kekhidmatan. Selain menerima penguatan melalui firman Tuhan, peserta juga diajak untuk membangun kehidupan doa dan terus mengandalkan Tuhan dalam setiap keadaan.

Kegiatan pelayanan berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan dan diikuti dengan baik oleh peserta. Penyampaian firman dari Filipi 4:10-20 menjadi pengingat untuk terus bersyukur, mencukupkan diri, dan mengandalkan Tuhan dalam berbagai keadaan. Melalui pelayanan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan terus berupaya menghadirkan pendampingan keagamaan yang dapat memberikan penguatan iman kepada masyarakat. Kehadiran penyuluh diharapkan dapat membantu umat menerapkan nilai-nilai firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari dengan penuh iman, syukur, dan pengharapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *