Amos 5:7-10 dan Yakobus 5:7-11, Lansia Diajak Hidup dalam Kebenaran dan Ketekunan

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan memberikan pelayanan bimbingan rohani kepada Lansia Oikumene Primbana di Jalan Melati Raya No.55, Kelurahan Sempakata, Kecamatan Medan Selayang, Selasa (22/9/2026). Pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya penyuluh dalam memberikan penguatan iman dan pendampingan spiritual kepada para lanjut usia. Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan melalui pujian, penyampaian firman Tuhan, dan doa bersama. Kehadiran penyuluh diharapkan dapat memberikan ketenangan sekaligus menguatkan para lansia dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Helena Theresia, S.Th. Nenobais dengan mengambil pesan dari Amos 5:7-10. Pesan tersebut mengajak umat untuk tetap hidup dalam kebenaran serta tidak mengabaikan nilai-nilai keadilan dalam kehidupan bersama. Menurutnya, iman tidak hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga melalui sikap dan tindakan yang mencerminkan kasih serta kebenaran Tuhan. “Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak menjauh dari kebenaran, tetapi tetap hidup dengan hati yang takut akan Tuhan dan menghargai sesama,” ujarnya.

Selain itu, pelayanan juga diisi dengan pujian yang dipimpin oleh Verawati Butar-butar, S.Th. Pujian menjadi bagian dari rangkaian kegiatan untuk membangun suasana ibadah yang penuh sukacita sekaligus menolong para lansia memusatkan hati kepada Tuhan. Sementara itu, Daminta Berutu, S.Th. menyampaikan firman Tuhan dari Yakobus 5:7-11 yang menekankan pentingnya kesabaran dan ketekunan dalam menghadapi berbagai keadaan. “Dalam setiap pergumulan, kita diajak untuk tetap sabar dan tekun, karena Tuhan mengetahui setiap proses yang kita jalani,” kata Daminta.

Daminta Berutu menjelaskan bahwa kehidupan sering kali menghadirkan keadaan yang tidak selalu sesuai dengan harapan manusia. Ia mengajak para lansia untuk tidak mudah kehilangan pengharapan ketika menghadapi kesulitan, melainkan terus mempercayakan kehidupan kepada Tuhan. “Kesabaran bukan berarti kita berhenti berusaha, tetapi kita tetap setia menjalani setiap proses sambil percaya bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan kita,” tuturnya. Menurutnya, ketekunan dan kesabaran merupakan bagian penting dari kehidupan iman yang perlu terus dipelihara dalam berbagai keadaan.

Senada dengan hal itu, pendampingan rohani bagi lansia menjadi ruang untuk menguatkan iman sekaligus membangun kebersamaan di tengah komunitas. Pdt. Saronisa Ginting, S.Th. selaku moderator turut mengarahkan jalannya kegiatan sehingga seluruh rangkaian pelayanan dapat berlangsung dengan tertib dan penuh kekeluargaan. Para peserta mengikuti penyampaian firman dan rangkaian ibadah dengan baik serta memperoleh kesempatan untuk kembali mengingat pentingnya hidup dalam kebenaran dan ketekunan. Selain itu, pesan yang disampaikan menjadi pengingat agar para lansia tetap memiliki pengharapan serta mengandalkan Tuhan dalam setiap tahap kehidupan.

Kegiatan pelayanan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan di antara para peserta. Pujian, firman Tuhan, dan doa menjadi bagian yang saling melengkapi dalam memberikan penguatan spiritual kepada para lansia. Melalui pelayanan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan terus berupaya hadir mendampingi masyarakat, termasuk kelompok lanjut usia yang membutuhkan perhatian dan penguatan iman. Kehadiran penyuluh diharapkan dapat terus memberikan manfaat serta menjadi bagian dari pelayanan keagamaan yang humanis dan penuh kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *