Medan (Humas) — Masa pembinaan menjadi kesempatan bagi warga binaan untuk melakukan refleksi, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik. Hal tersebut menjadi pesan yang disampaikan Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan dalam pelayanan Bimbingan Rohani (Bimroh) bagi warga binaan di Polsek Medan Timur, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan keagamaan untuk memberikan penguatan iman, membangun karakter, dan menumbuhkan pengharapan selama menjalani proses pembinaan. Selain itu, pelayanan berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan dengan diikuti warga binaan secara tertib.
Firman Tuhan disampaikan oleh Jepri Hutabarat dengan tema “Hidup untuk Berkenan kepada Allah” berdasarkan Galatia 1:10. Dalam penyampaiannya, Jepri mengajak warga binaan untuk melihat masa pembinaan bukan hanya sebagai proses yang harus dijalani, tetapi juga sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan dalam kehidupan. Ia menjelaskan bahwa perubahan perlu dimulai dari kesadaran untuk mengevaluasi diri dan menentukan arah kehidupan yang lebih baik. “Masa pembinaan ini dapat kita gunakan sebagai kesempatan untuk melihat kembali kehidupan kita, belajar dari kesalahan, dan mulai menentukan arah hidup yang baru bersama Tuhan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Jepri menyampaikan bahwa perubahan tidak cukup hanya melalui perkataan, tetapi perlu diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Menurutnya, warga binaan dapat mulai membangun kebiasaan positif dengan belajar jujur, mengendalikan emosi, menghormati orang lain, serta bertanggung jawab terhadap setiap tindakan. Sementara itu, pesan Galatia 1:10 mengingatkan agar kehidupan tidak hanya diarahkan untuk mencari penerimaan dan penilaian manusia. “Kalau kita ingin mengalami perubahan, jangan hanya memikirkan bagaimana orang lain melihat kita, tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita menjalani hidup yang berkenan kepada Tuhan,” tuturnya.
Selain itu, Jepri mengingatkan warga binaan agar tidak menjadikan keadaan yang sedang dihadapi sebagai alasan untuk kehilangan pengharapan. Ia mengajak peserta untuk memanfaatkan waktu pembinaan dengan membangun karakter dan mempersiapkan diri sebelum kembali kepada keluarga serta masyarakat. Menurutnya, proses perubahan membutuhkan kesungguhan, kesabaran, dan kemauan untuk meninggalkan kebiasaan yang tidak baik. “Jangan berpikir bahwa masa lalu menentukan seluruh masa depan kita, karena setiap orang masih memiliki kesempatan untuk berubah dan memperbaiki kehidupannya,” pesannya.
Rangkaian pelayanan dilanjutkan dengan pujian yang dipimpin oleh Melati Tambun dan doa syafaat oleh Devi Purba. Doa syafaat dipanjatkan bagi warga binaan agar diberikan kekuatan, kesehatan, ketenangan, dan keteguhan hati dalam menjalani proses pembinaan, serta bagi keluarga dan jajaran Polsek Medan Timur. Selanjutnya, konseling rohani dilayani oleh Debora Br. Pandia sebagai ruang bagi warga binaan untuk menyampaikan pergumulan dan memperoleh pendampingan secara personal. Senada dengan hal itu, kegiatan ditutup dengan doa berkat yang dipimpin oleh Mateus Brian Purba, S.Th., dengan memohon penyertaan dan perlindungan Tuhan bagi seluruh peserta.
Kegiatan Bimroh berlangsung dengan tertib, khusyuk, dan penuh kebersamaan. Pesan yang disampaikan menjadi penguatan bagi warga binaan untuk menjadikan masa pembinaan sebagai momentum melakukan perubahan secara nyata dalam kehidupan. Melalui pelayanan yang dilakukan secara berkelanjutan, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan terus berupaya memberikan pendampingan keagamaan yang mendukung penguatan iman, pembentukan karakter, dan tumbuhnya pengharapan. Kehadiran pelayanan tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan yang lebih baik ketika kembali bersama keluarga dan masyarakat.

