Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan memberikan pelayanan Bimbingan Rohani (Bimroh) kepada tenaga kesehatan di UPT Puskesmas Glugur Kota, Jalan KL. Yos Sudarso No.47, Simpang Tanjung, Kecamatan Medan Barat, Rabu (23/9/2026). Pelayanan tersebut menjadi bagian dari pendampingan keagamaan bagi tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas sekaligus menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan mengangkat firman Tuhan dari Kejadian 39:2 dengan tema “Setia dan Taat Melakukan Pekerjaan dan Tetap Menjaga Kekudusan Hidup”. Selain itu, pesan tersebut mengajak peserta untuk memaknai pekerjaan sebagai tanggung jawab yang perlu dijalankan dengan kesetiaan, ketaatan, dan integritas.
Firman Tuhan disampaikan oleh Daminta Berutu, S.Th. yang mengangkat kisah Yusuf dalam Kejadian 39:2 sebagai teladan dalam menjalani kehidupan dan pekerjaan. Ia menjelaskan bahwa Yusuf tetap mengalami penyertaan Tuhan meskipun berada dalam situasi yang tidak mudah. Menurutnya, keberadaan seseorang dalam suatu pekerjaan dapat menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesetiaan dan tanggung jawab melalui setiap tugas yang dipercayakan. “Kita belajar dari Yusuf bahwa di mana pun kita ditempatkan, kita harus tetap setia dan melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh karena Tuhan menyertai kita,” ujarnya.
Lebih lanjut, Daminta mengajak tenaga kesehatan untuk tidak memisahkan antara tanggung jawab pekerjaan dengan kehidupan iman. Ia menekankan bahwa kesetiaan dalam bekerja dapat diwujudkan melalui sikap disiplin, jujur, bertanggung jawab, dan memberikan pelayanan dengan hati yang tulus. Sementara itu, menjaga kekudusan hidup juga perlu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, baik ketika berada di tempat kerja maupun di tengah keluarga dan masyarakat. “Kesetiaan kepada Tuhan juga terlihat dari bagaimana kita menjalankan pekerjaan, memperlakukan orang lain, dan menjaga diri agar tetap hidup dalam nilai-nilai kebenaran,” tuturnya.
Selain itu, Daminta mengingatkan bahwa tantangan dalam pekerjaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk mengabaikan prinsip iman. Ia mengajak peserta untuk tetap menjaga sikap dan perkataan serta menghindari berbagai hal yang dapat membawa diri menjauh dari kehendak Tuhan. Menurutnya, kekudusan hidup bukan hanya berkaitan dengan hal-hal besar, tetapi juga tercermin dari keputusan-keputusan kecil yang dibuat setiap hari. “Tetaplah taat ketika tidak ada yang melihat, tetaplah jujur ketika ada kesempatan untuk berbuat sebaliknya, dan jagalah hidup agar tetap menjadi kesaksian yang baik,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi relevan bagi tenaga kesehatan yang setiap hari berhadapan dengan masyarakat dan memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan. Selain menjalankan tugas secara profesional, mereka juga diajak untuk menunjukkan kepedulian, kesabaran, dan ketulusan dalam melayani setiap orang yang membutuhkan. Senada dengan hal itu, kehidupan Yusuf menjadi pengingat bahwa penyertaan Tuhan dapat menjadi kekuatan untuk tetap setia meskipun berada dalam situasi dan tanggung jawab yang berbeda. Melalui pelayanan Bimroh tersebut, peserta memperoleh penguatan untuk menjalankan pekerjaan dengan penuh tanggung jawab sekaligus terus menjaga kehidupan yang berkenan kepada Tuhan.
Kegiatan Bimroh berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kekeluargaan serta diikuti dengan baik oleh para tenaga kesehatan. Penyampaian firman dari Kejadian 39:2 memberikan penguatan agar peserta tetap setia dan taat dalam menjalankan pekerjaan yang dipercayakan kepada mereka. Selain itu, pesan tentang menjaga kekudusan hidup menjadi pengingat untuk membawa nilai-nilai iman dalam setiap aspek kehidupan. Melalui pelayanan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan terus berupaya memberikan pendampingan rohani yang dapat menguatkan iman, integritas, dan tanggung jawab masyarakat dalam menjalankan tugas sehari-hari.

