PAI KUA Medan Labuhan Bahas Empat Hal yang Perlu Dihindari dalam Siaran Radio Aqila FM

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Labuhan, Sulaiman, S.Th.I., M.Ag., melaksanakan bimbingan dan penyuluhan agama Islam melalui siaran Radio Aqila FM 106,2 FM Medan, Kamis (24/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperluas jangkauan penyuluhan keagamaan dengan memanfaatkan media radio sebagai sarana edukasi dan pembinaan masyarakat.

Bimbingan penyuluhan kali ini mengangkat tema “Mohonlah Perlindungan kepada Allah dari Empat Hal” dan dipandu oleh Windiani selaku moderator. Melalui tema tersebut, Sulaiman mengajak masyarakat untuk memahami salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW sekaligus menjadikannya sebagai bahan evaluasi diri dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam tausyiahnya, Sulaiman menjelaskan bahwa Rasulullah SAW senantiasa mengajarkan umatnya untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai perkara yang dapat membawa kemudaratan. Salah satunya melalui doa yang memohon perlindungan dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah merasa puas, serta doa yang tidak dikabulkan.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah merasa puas, dan doa yang tidak didengar atau tidak dikabulkan,” demikian doa yang disampaikan berdasarkan hadis riwayat An-Nasa’i.

Sulaiman menerangkan bahwa doa tersebut mengandung pelajaran yang mendalam bagi setiap Muslim. Menurutnya, ilmu seharusnya tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku dan amal yang memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Ilmu yang disertai pengamalan juga diharapkan semakin mendekatkan seseorang kepada Allah SWT.

“Ilmu yang tidak bermanfaat akan melahirkan hati yang tidak khusyuk. Hati yang tidak khusyuk akan menumbuhkan jiwa yang rakus, dan jiwa yang rakus pada akhirnya dapat menghalangi terkabulnya doa,” jelas Sulaiman.

Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk senantiasa melakukan muhasabah atau evaluasi terhadap diri sendiri. Setiap ilmu yang diperoleh perlu ditanyakan kembali manfaatnya, sementara hati harus terus dilatih agar tetap tunduk dan khusyuk kepada Allah SWT. Dalam kehidupan sehari-hari, seorang Muslim juga perlu membangun sifat qana’ah, yaitu merasa cukup atas apa yang Allah SWT berikan dengan tetap berusaha, bersyukur, dan tidak berhenti memperbaiki diri.

Menurut Sulaiman, doa Rasulullah SAW tersebut dapat menjadi pengingat agar seorang Muslim tidak hanya mengejar pengetahuan dan keberhasilan secara lahiriah, tetapi juga memperhatikan kondisi hati dan jiwa. Dengan demikian, ilmu, hati, sikap hidup, dan doa dapat berjalan seimbang dalam membentuk kehidupan yang lebih baik.

Ia pun mengajak masyarakat yang mengikuti siaran Radio Aqila FM untuk menjadikan doa tersebut sebagai bagian dari doa dan muhasabah sehari-hari. “Semoga ilmu kita bermanfaat, hati kita khusyuk, jiwa kita qana’ah, dan doa kita diterima serta dikabulkan oleh Allah SWT,” pungkasnya.

Melalui bimbingan dan penyuluhan agama Islam berbasis media radio tersebut, KUA Kecamatan Medan Labuhan terus mendorong pemanfaatan berbagai sarana komunikasi untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada masyarakat. Kehadiran penyuluh melalui siaran radio diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap pembinaan keagamaan serta membantu menguatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *