Semangat Hari Kesaktian Pancasila, Pokjaluh Sumut Perkuat Koordinasi Wujudkan Kemenag Berdampak

Medan (Humas) — Dalam semangat memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat sinergi dan koordinasi dalam mendukung pelaksanaan program kerja Kementerian Agama yang sejalan dengan semangat Asta Cita dan terwujudnya Kemenag Berdampak. Upaya tersebut diwujudkan melalui rapat koordinasi Penyuluh Agama lintas kecamatan yang dilaksanakan di Medan, Kamis (1/10/2026).

Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum bagi para Penyuluh Agama untuk menyatukan langkah dalam menghidupkan kembali berbagai program pembinaan keagamaan dan pemberdayaan masyarakat. Koordinasi dinilai penting agar keberadaan Penyuluh Agama tidak hanya menjalankan tugas kedinasan dan administratif, tetapi juga semakin hadir di tengah masyarakat melalui program yang menyentuh kebutuhan nyata umat.

Pokjaluh Sumatera Utara memiliki peran strategis dalam mendukung tugas Kementerian Agama, khususnya melalui penguatan peran Penyuluh Agama dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang moderat, membangun kerukunan, meningkatkan kualitas kehidupan beragama, serta mendorong masyarakat agar semakin berdaya dan mandiri. Peran tersebut perlu terus diperkuat melalui kerja bersama, koordinasi yang berkelanjutan, dan program yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Sekretaris Umum Pokjaluh Sumut, Ahmad Bulyan Nasution, S.Th.I., M.Pem.I., yang mewakili Ketua Pokjaluh Sumut bersama jajaran pengurus, mendorong para Penyuluh Agama agar semakin aktif mengambil peran di tengah masyarakat. Penyuluh diharapkan mampu menjadi penggerak perubahan dengan mengedepankan pendekatan edukatif, persuasif, dan humanis dalam melaksanakan pembinaan keagamaan.

Menurutnya, semangat Kemenag Berdampak harus diterjemahkan oleh para Penyuluh Agama dalam bentuk program yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kehadiran penyuluh, kata dia, perlu diperluas dari sekadar pelaksanaan tugas rutin menjadi pendampingan yang mampu menjawab berbagai persoalan keagamaan dan sosial yang dihadapi masyarakat.

“Penyuluh Agama harus hadir di tengah masyarakat dan tidak hanya menjalankan tugas administratif. Kita perlu menghidupkan kembali program-program pembinaan dan pemberdayaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sehingga keberadaan Penyuluh Agama benar-benar memberikan dampak,” ujar Ahmad Bulyan.

Ia menambahkan, koordinasi lintas kecamatan menjadi bagian penting dalam menyusun program kerja yang lebih terarah dan sesuai dengan kondisi masyarakat di masing-masing wilayah. Melalui koordinasi tersebut, para penyuluh dapat saling bertukar gagasan, memperkuat kolaborasi, sekaligus menyusun langkah bersama dalam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *