Medan (Humas) – Bekal keagamaan menjadi fondasi penting bagi setiap muslim dalam menjalani kehidupan, terlebih di tengah beragam persoalan dan perubahan yang terus berkembang di masyarakat. Karena itu, proses belajar agama perlu terus dilakukan agar pemahaman yang dimiliki tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi pedoman dalam bersikap dan mengambil keputusan. Melalui bimbingan keagamaan, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong masyarakat untuk memperkuat wawasan keislaman sekaligus mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, H.M. Affan Sihite, saat memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada ibu-ibu Majelis Taklim (MT) Al Muhajirin di Jalan Pimpinan, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan, Senin (5/10/2026).
Dalam kesempatan tersebut, H.M. Affan Sihite mengajak jamaah untuk menjadikan kegiatan majelis taklim sebagai sarana memperkaya dan memperdalam pemahaman terhadap ajaran Islam. Menurutnya, belajar agama merupakan proses yang perlu dilakukan secara berkelanjutan karena semakin luas pemahaman seseorang, semakin kuat pula bekal yang dimiliki dalam menjalani kehidupan. “Jangan pernah merasa cukup untuk belajar agama, karena ilmu agama merupakan bekal yang akan membimbing kita dalam menjalani kehidupan,” ujar H.M. Affan Sihite. Ajakan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat jamaah untuk terus mengikuti kegiatan keagamaan dan menjadikan proses belajar sebagai bagian dari upaya memperbaiki diri.
Selain itu, H.M. Affan Sihite menekankan bahwa ilmu yang diperoleh melalui kegiatan keagamaan hendaknya tidak berhenti pada pemahaman secara lisan maupun teori. Pengetahuan agama perlu diwujudkan melalui perilaku dan kebiasaan yang mencerminkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. “Apa yang kita pelajari jangan hanya kita dengarkan, tetapi harus kita amalkan, karena ilmu akan lebih bermanfaat ketika diwujudkan dalam perbuatan,” tuturnya. Dengan mengamalkan ilmu secara konsisten, jamaah diharapkan dapat merasakan manfaat pembinaan keagamaan tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, H.M. Affan Sihite mengingatkan bahwa proses memperkuat bekal keagamaan juga dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Menurutnya, kebiasaan mempelajari dan mengamalkan ajaran agama di rumah akan membantu menciptakan suasana keluarga yang lebih baik serta menjadi contoh bagi anggota keluarga lainnya. “Apa yang kita dapatkan dari majelis taklim hendaknya kita bawa pulang dan diterapkan dalam keluarga, sehingga ilmu yang kita pelajari dapat memberikan manfaat yang nyata,” katanya. Hal tersebut menjadi penting karena keluarga merupakan salah satu lingkungan utama dalam membentuk kebiasaan, karakter, dan sikap keagamaan seseorang.
Senada dengan hal itu, H.M. Affan Sihite mengajak jamaah untuk menjadikan setiap kegiatan pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan evaluasi dan memperbaiki diri. Ia menyampaikan bahwa semangat belajar harus berjalan beriringan dengan kemauan untuk mengamalkan ajaran agama dalam berbagai aspek kehidupan. “Mari kita terus belajar, terus memperbaiki diri, dan berusaha mengamalkan ilmu yang kita peroleh sedikit demi sedikit dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. Menurutnya, konsistensi dalam belajar dan mengamalkan nilai-nilai agama akan menjadi bekal penting dalam membangun kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan bimbingan dan penyuluhan berlangsung dengan suasana yang hangat serta diikuti jamaah dengan antusias. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi ibu-ibu MT Al Muhajirin untuk memperkuat pemahaman keagamaan sekaligus mendapatkan dorongan untuk menerapkannya dalam kehidupan nyata. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan terus berupaya menghadirkan edukasi keagamaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat masyarakat untuk tidak berhenti belajar agama dan menjadikan setiap ilmu yang diperoleh sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

