Bangun Keluarga Penuh Berkah, PAI Kemenag Medan Bagikan 4 Cara Jadikan Rumah Taman Surga

Medan (Humas) – Rumah bukan sekadar tempat untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas, tetapi menjadi ruang pertama tempat nilai-nilai agama, kasih sayang, akhlak, dan kebiasaan baik tumbuh dalam kehidupan keluarga. Dari lingkungan rumah pula, setiap anggota keluarga belajar mengenal ibadah, membangun komunikasi, menghormati satu sama lain, hingga menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Melihat pentingnya peran tersebut, Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong masyarakat untuk menjadikan rumah sebagai tempat yang menghadirkan ketenangan sekaligus menguatkan kehidupan spiritual keluarga. Pesan itu disampaikan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, H. Abdullah Hakim, saat memberikan bimbingan penyuluhan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Chairun Nisa, Senin (5/10/2026), melalui materi “4 Cara Menjadikan Rumah sebagai Taman Surga”.

H. Abdullah Hakim menyampaikan bahwa keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kebiasaan dan karakter setiap anggotanya melalui kehidupan yang dijalani bersama di rumah. Menurutnya, rumah yang dihidupkan dengan nilai-nilai agama dapat menjadi tempat pertama bagi anggota keluarga untuk belajar tentang ibadah, akhlak, kasih sayang, dan tanggung jawab. “Rumah jangan hanya kita jadikan sebagai tempat untuk beristirahat, tetapi mari kita jadikan sebagai tempat tumbuhnya iman, kasih sayang, akhlak mulia, dan keberkahan bagi seluruh anggota keluarga,” ujar H. Abdullah Hakim. Pesan tersebut menjadi salah satu penekanan dalam bimbingan penyuluhan agar jamaah semakin menyadari pentingnya membangun suasana religius di lingkungan keluarga.

Selain itu, H. Abdullah Hakim memaparkan empat langkah yang dapat dilakukan untuk menjadikan rumah sebagai taman surga, yaitu membiasakan ibadah dan dzikir di dalam rumah, menghidupkan rumah dengan bacaan Al-Qur’an, membangun komunikasi yang penuh kasih sayang dan saling menghormati, serta mendidik seluruh anggota keluarga dengan nilai-nilai Islam. Keempat langkah tersebut dapat diterapkan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh anggota keluarga. Menurutnya, pembiasaan nilai-nilai agama sejak dari rumah dapat memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan iman, akhlak, dan karakter setiap penghuninya. Dengan demikian, rumah tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya keluarga, tetapi juga menjadi lingkungan pertama dalam membangun kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

Sementara itu, komunikasi dalam keluarga turut mendapat perhatian dalam materi yang disampaikan karena hubungan yang harmonis tidak hanya dibangun melalui ibadah, tetapi juga melalui sikap saling menghargai. Setiap anggota keluarga diharapkan mampu menciptakan suasana yang penuh kasih sayang, terbuka dalam berkomunikasi, dan saling menghormati dalam menghadapi perbedaan. Menurut H. Abdullah Hakim, nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan secara terus-menerus agar rumah menjadi tempat yang memberikan ketenangan dan rasa aman bagi seluruh penghuninya. Oleh karena itu, pembinaan keluarga melalui bimbingan keagamaan menjadi bagian penting dalam membangun keluarga yang memiliki ketahanan spiritual sekaligus hubungan yang harmonis.

Senada dengan hal itu, H. Abdullah Hakim mengingatkan jamaah bahwa membangun rumah sebagai taman surga membutuhkan keterlibatan seluruh anggota keluarga dan tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Ia menilai bahwa kebiasaan baik yang dilakukan bersama akan lebih mudah tumbuh menjadi budaya dalam kehidupan keluarga. “Kalau rumah dipenuhi dengan iman, ibadah, kasih sayang, dan akhlak yang baik, insyaallah rumah itu akan menjadi tempat yang memberikan ketenangan bagi penghuninya,” ungkapnya. Karena itu, jamaah didorong untuk memulai perubahan dari hal-hal sederhana di rumah dan menjadikannya sebagai kebiasaan yang dilakukan secara bersama-sama.

Kegiatan bimbingan penyuluhan berlangsung dengan khidmat, lancar, dan diikuti jamaah dengan antusias. Materi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan pemahaman sekaligus motivasi bagi jamaah MT Chairun Nisa untuk memperkuat kehidupan keagamaan di lingkungan keluarga. Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan diharapkan semakin mampu memberikan pendampingan keagamaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan peran penyuluh dalam membangun keluarga yang harmonis, beriman, dan penuh keberkahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *