Penyuluh Kristen Kemenag Medan Perkuat Pendampingan Spiritual Pasien di Rumah Sakit Estomihi

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan terus memperkuat pelayanan keagamaan melalui pendampingan spiritual bagi pasien dan keluarga di Rumah Sakit Estomihi, Selasa (6/10/2026). Pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan bimbingan rohani yang tidak hanya memberikan penguatan iman, tetapi juga menghadirkan penghiburan dan harapan bagi mereka yang sedang menghadapi sakit dan menjalani proses perawatan.

Pelayanan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan dengan diawali pujian bersama. Melalui suasana tersebut, para penyuluh berupaya membangun kedekatan dengan pasien dan keluarga sehingga mereka dapat mengikuti pelayanan dengan nyaman serta merasakan perhatian dan kepedulian di tengah kondisi yang sedang dihadapi.

Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan Mateus Brian Purba, S.Th., Debora Br. Pandia, S.Th., Demak Hasibuan, dan Tiurma Butar-butar turut memberikan pelayanan kepada pasien dan keluarga. Pendampingan dilakukan secara humanis melalui kunjungan, percakapan, bimbingan dan konseling rohani, pembacaan firman Tuhan, serta doa bersama sebagai bentuk kehadiran dan kepedulian kepada mereka yang sedang menjalani masa perawatan.

Renungan dalam pelayanan tersebut mengangkat firman Tuhan dari Matius 25:36b, “Ketika Aku sakit, kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku.” Firman tersebut menjadi pengingat bahwa mengunjungi dan memberikan perhatian kepada orang yang sedang sakit merupakan salah satu wujud nyata kasih kepada sesama.

Pesan tersebut juga ditekankan melalui kehadiran para penyuluh yang tidak sekadar memberikan pelayanan keagamaan, tetapi berupaya menjadi pendengar bagi pasien dan keluarga. Dalam kondisi sakit, seseorang dapat mengalami berbagai pergumulan, mulai dari kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan, proses pengobatan, hingga kecemasan terhadap keadaan keluarga, sehingga dukungan spiritual menjadi salah satu bagian penting dalam memberikan ketenangan dan penguatan.

Bimbingan dan konseling rohani diberikan oleh Debora Br. Pandia, S.Th. Pasien dan keluarga diberikan ruang untuk menyampaikan pergumulan, kekhawatiran, maupun kebutuhan rohani yang dirasakan selama menjalani masa perawatan. Pendekatan tersebut dilakukan dengan mengedepankan empati, kepedulian, serta penghormatan terhadap kondisi dan kebutuhan masing-masing pasien.

Selain konseling dan renungan, doa bersama menjadi bagian penting dalam rangkaian pelayanan. Doa dipanjatkan sebagai bentuk penyerahan diri kepada Tuhan sekaligus permohonan agar pasien diberikan kekuatan, ketenangan, penghiburan, kesehatan, dan kelancaran dalam menjalani proses perawatan.

Mateus Brian Purba, S.Th., mengatakan bahwa pelayanan bimbingan rohani di rumah sakit merupakan salah satu bentuk kehadiran Penyuluh Agama Kristen dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat secara menyeluruh. Menurutnya, kondisi sakit tidak hanya membutuhkan perhatian dari sisi medis, tetapi juga membutuhkan dukungan moral dan spiritual agar pasien maupun keluarga tetap memiliki kekuatan dalam menghadapi situasi yang tidak mudah.

“Dalam menghadapi sakit dan proses perawatan, pasien dan keluarga tidak hanya membutuhkan perhatian secara medis, tetapi juga penguatan rohani. Karena itu, kami hadir untuk mendengarkan, mendoakan, memberikan penghiburan, dan menguatkan mereka agar tetap memiliki pengharapan di dalam Tuhan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pelayanan rohani dilakukan dengan mengutamakan sikap empati dan kepedulian. Setiap pasien memiliki kondisi dan pergumulan yang berbeda sehingga pendekatan yang diberikan juga perlu disesuaikan dengan keadaan serta kebutuhan mereka.

“Kami tidak hanya datang untuk menyampaikan firman, tetapi juga hadir untuk mendengarkan dan memberikan perhatian. Kami berharap melalui pelayanan ini pasien dan keluarga dapat merasakan ketenangan, penghiburan, dan kekuatan untuk menjalani setiap proses yang ada,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Pasien dan keluarga mengikuti rangkaian pelayanan dengan baik, mulai dari pujian, penyampaian firman Tuhan, bimbingan dan konseling rohani hingga doa bersama. Kehadiran para penyuluh diharapkan dapat menjadi penguat bagi pasien dan keluarga dalam menghadapi masa perawatan dengan tetap menjaga pengharapan dan keteguhan iman.

Melalui pelayanan bimbingan rohani yang dilakukan secara berkelanjutan, Penyuluh Agama Kristen Kemenag Kota Medan terus berupaya hadir di berbagai ruang kehidupan masyarakat, termasuk mendampingi mereka yang sedang sakit dan menghadapi pergumulan. Pelayanan tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, penuh kasih, dan menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat, sehingga kehadiran penyuluh tidak hanya dirasakan dalam kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam situasi-situasi yang membutuhkan penguatan dan penghiburan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *