Medan Denai (Humas) — Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai kembali menghadirkan pembinaan keagamaan di tengah masyarakat melalui kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (Bimluh) bersama Majelis Taklim (MT) Al Hasanah, Rabu (7/10/2026). Bertempat di Masjid Amal Bakti, Jalan Raya Menteng Gang Abadi, Kelurahan Menteng, Kecamatan Medan Denai, kegiatan tersebut mengajak jamaah memperkuat ikhtiar spiritual dalam menghadapi berbagai ujian, kekhawatiran, dan marabahaya melalui zikir serta doa.
Kegiatan yang berlangsung mulai ba’da Zuhur hingga menjelang salat Asar tersebut diikuti dengan antusias oleh para jamaah. Selain menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman keagamaan, pengajian ini juga menjadi ruang bagi jamaah untuk menguatkan kebiasaan berzikir, berdoa, dan bertawakal kepada Allah SWT dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Kegiatan diawali oleh protokol, Misliani, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua MT Al Hasanah, Hj. Sribowati. Ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai yang secara berkelanjutan memberikan pembinaan kepada jamaah. Menurutnya, kegiatan seperti ini penting untuk menambah wawasan keagamaan sekaligus memperkuat hubungan silaturahmi antara penyuluh dan masyarakat.
Memasuki materi utama, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Khoiruz Zaman, S.HI., mengangkat tema zikir dan doa sebagai ikhtiar seorang muslim dalam memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai bala, musibah, keburukan, dan marabahaya. Ia mengajak jamaah memahami bahwa menghadapi berbagai persoalan kehidupan harus disertai dengan ikhtiar lahiriah dan batiniah, termasuk memperkuat ibadah, memperbanyak zikir dan doa, serta menumbuhkan sikap tawakal.
Dalam penyampaiannya, Khoiruz Zaman menjelaskan sejumlah amalan yang dapat diamalkan sebagai bentuk ikhtiar memohon perlindungan Allah SWT. Di antaranya membaca Hasbunallahu wa ni‘mal wakil, doa perlindungan dari kejahatan makhluk, doa memohon perlindungan dari beratnya bala, serta membaca Ayat Kursi dan surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
“Menolak bala bukan berarti kita hanya menunggu pertolongan tanpa ikhtiar. Seorang muslim tetap berusaha, berhati-hati, dan mengambil sebab-sebab keselamatan, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. Zikir dan doa menjadi bagian dari ikhtiar batin agar hati tetap kuat dan tidak mudah dikuasai rasa takut maupun kekhawatiran,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengingatkan jamaah agar zikir dan doa tidak hanya diamalkan ketika menghadapi kesulitan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebiasaan mengingat Allah SWT akan membantu seorang muslim menjaga ketenangan hati sekaligus membangun kekuatan spiritual ketika menghadapi berbagai persoalan dan ujian kehidupan.
“Zikir dan doa jangan hanya kita ingat ketika sedang mendapatkan masalah. Keduanya perlu menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, karena dengan mengingat Allah hati menjadi lebih tenang. Ketika hati tenang, kita akan lebih mampu menghadapi persoalan dengan pikiran yang jernih, tetap berikhtiar, dan tidak mudah berputus asa,” tambahnya.
Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Jamaah diberikan kesempatan menyampaikan pertanyaan dan pengalaman berkaitan dengan amalan zikir dan doa yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Diskusi tersebut membuat suasana pengajian semakin hidup karena materi yang disampaikan dapat dikaitkan langsung dengan kondisi dan pengalaman yang dihadapi jamaah.
Salah seorang jamaah, Hj. Ngatini, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai penyampaian materi secara interaktif membuat jamaah lebih mudah memahami pesan-pesan keagamaan yang disampaikan, terutama mengenai pentingnya menjadikan doa dan zikir sebagai bagian dari ikhtiar dalam menghadapi berbagai keadaan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Denai, Saiful Akhyar, S.HI. Doa bersama menjadi penutup sekaligus penguatan pesan utama kegiatan agar jamaah senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, memohon perlindungan-Nya, dan tetap berikhtiar dalam menghadapi setiap ujian kehidupan.
Melalui kegiatan Bimluh tersebut, PAI KUA Kecamatan Medan Denai terus berupaya hadir secara langsung di tengah masyarakat dengan memberikan pembinaan yang menyentuh kebutuhan spiritual jamaah. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menambah pemahaman keagamaan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan beribadah, memperkuat ketahanan spiritual, serta menjalani kehidupan yang religius, harmonis, dan penuh keberkahan.

