Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, hadir sebagai fasilitator dalam Pertemuan Sinode Tahap Peneguhan yang dilaksanakan pada Selasa (6/10/2026), pukul 19.30–21.30 WIB, di Aula Gereja Katolik Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses perjalanan sinodal yang mendorong umat untuk semakin aktif membangun kehidupan menggereja melalui semangat kebersamaan dan dialog.
Pertemuan tersebut diikuti umat dari tiga lingkungan, yakni Lingkungan Santa Teresa Kalkuta, Santa Emilia, dan Santo Aloysius Gonzaga. Dalam suasana penuh kebersamaan, umat diberikan ruang untuk berkumpul, saling mendengarkan, berbagi pengalaman iman, serta merefleksikan kehidupan bersama sebagai bagian dari komunitas Gereja.
Dalam pertemuan tersebut, Roni Antonius Sitanggang memfasilitasi materi bertema “Mendengarkan dan Mengenali Persekutuan (Koinonia)”. Materi ini mengajak umat memahami pentingnya persekutuan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan menggereja. Setiap anggota umat diharapkan dapat mengambil bagian secara aktif dalam membangun kebersamaan, kepedulian, dan pelayanan di tengah komunitas.
Roni menekankan bahwa sikap saling mendengarkan menjadi salah satu kunci dalam membangun persekutuan yang semakin kuat. Melalui keterbukaan dan penghargaan terhadap pengalaman satu sama lain, umat dapat mengenali harapan, kebutuhan, serta tantangan yang dihadapi bersama. “Mendengarkan dengan hati membuka ruang bagi umat untuk saling memahami dan membangun persekutuan yang semakin kuat,” ujar Roni.
Melalui proses berbagi dan refleksi, umat diajak melihat kembali penerapan semangat Koinonia dalam kehidupan lingkungan dan komunitas Gereja. Persekutuan tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan berkumpul, tetapi juga sebagai wujud saling menerima, menghargai, mendukung, dan bersama-sama mengambil bagian dalam pelayanan serta kehidupan Gereja.
Pertemuan Sinode Tahap Peneguhan berlangsung dalam suasana dialogis, hangat, dan penuh kebersamaan. Kehadiran Penyuluh Agama Katolik Kemenag Kota Medan sebagai fasilitator diharapkan dapat memberikan penguatan bagi umat untuk semakin memahami makna berjalan bersama sebagai Gereja, sekaligus menumbuhkan semangat mendengarkan, membangun persekutuan, dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan menggereja.

