Penyuluh Agama Islam KUA Medan Petisah Berikan Bimbingan tentang Pentingnya Menghargai Waktu kepada Warga Binaan LRPPN BI Medan

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Petisah, Nurlely, M.Sos dan Komala Dewi, melaksanakan bimbingan keagamaan kepada warga binaan Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Bhayangkara Indonesia (LRPPN BI) Medan pada hari Rabu, 14 Oktober 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Menghargai Waktu sebagai Bentuk Syukur dan Kunci Perubahan Diri”. Bimbingan ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada warga binaan agar memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif serta menjadikannya sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri.

Dalam penyampaian materinya, Nurlely, M.Sos menjelaskan bahwa waktu merupakan salah satu nikmat Allah SWT yang sangat berharga dan tidak dapat diulang kembali. Oleh karena itu, setiap manusia hendaknya menggunakan waktu untuk melakukan hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan dunia dan akhirat. Ia mengingatkan bahwa kesempatan untuk berubah harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. “Waktu adalah amanah dari Allah SWT. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa makna, tetapi isilah dengan ibadah, belajar, memperbaiki akhlak, dan melakukan kebaikan yang membawa manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain,” ungkap Nurlely.

Nurlely juga mengajak warga binaan untuk merenungkan kandungan Surah Al-‘Ashr yang menegaskan pentingnya waktu dan mengingatkan manusia agar tidak termasuk golongan yang merugi. Menurutnya, perubahan hidup dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti membiasakan diri disiplin, melaksanakan ibadah tepat waktu, mengikuti kegiatan pembinaan dengan sungguh-sungguh, serta menjauhi kebiasaan yang dapat merugikan diri sendiri. “Jangan terpaku pada kesalahan masa lalu. Jadikan hari ini sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan dan menyiapkan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Sementara itu, Komala Dewi menyampaikan bahwa menghargai waktu juga merupakan bagian dari tanggung jawab seorang Muslim dalam menjalani kehidupan. Ia menekankan bahwa waktu yang dimiliki hendaknya digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperbaiki hubungan dengan keluarga, serta membangun kebiasaan yang lebih sehat dan produktif. “Menghargai waktu bukan hanya tentang mengetahui kapan harus memulai dan mengakhiri suatu kegiatan, tetapi juga tentang bagaimana kita mengisi setiap kesempatan dengan sesuatu yang bernilai. Perubahan yang besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten,” tutur Komala Dewi.

Lebih lanjut, Komala Dewi mengajak warga binaan LRPPN BI Medan untuk menjadikan masa rehabilitasi sebagai kesempatan berharga dalam membangun kembali semangat hidup. Menurutnya, setiap orang memiliki peluang untuk memperbaiki diri dan menata masa depan selama bersedia belajar dari pengalaman serta berusaha melakukan perubahan. Ia juga mengingatkan pentingnya kesabaran, kedisiplinan, dan ketekunan dalam menjalani proses pemulihan. “Gunakan waktu selama menjalani pembinaan untuk memperkuat iman, menambah pengetahuan, dan membangun tekad menjadi pribadi yang lebih baik. Jangan sia-siakan kesempatan yang ada, karena setiap hari merupakan peluang untuk bertumbuh dan memperbaiki diri,” pesannya.

Kegiatan bimbingan berlangsung dengan penyampaian materi keagamaan dan ajakan refleksi diri mengenai pemanfaatan waktu dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, warga binaan diharapkan semakin memahami bahwa waktu dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas diri, memperkuat keimanan, dan membangun kebiasaan positif. Bimbingan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pembinaan rohani agar warga binaan memiliki motivasi untuk menjalani proses rehabilitasi dengan penuh kesungguhan, optimisme, dan tanggung jawab.

Melalui bimbingan keagamaan ini, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Petisah berharap nilai-nilai Islam tentang pentingnya waktu dapat diterapkan dalam kehidupan warga binaan, baik selama menjalani rehabilitasi maupun setelah kembali ke tengah masyarakat. Nurlely, M.Sos dan Komala Dewi mengajak seluruh warga binaan untuk menjadikan setiap waktu sebagai kesempatan beribadah, berbuat baik, dan memperbaiki diri. Pesan utama kegiatan ini adalah bahwa masa lalu dapat dijadikan pelajaran, hari ini harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, dan masa depan perlu dipersiapkan melalui ikhtiar, doa, serta komitmen untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *