Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal Kunjungi Pasien RSU Royal Prima, Berikan Penguatan Iman dan Doa

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Medan Sunggal, Mahla Tarigan, memberikan pendampingan rohani kepada pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum (RSU) Royal Prima Medan, Jalan Ayahanda Nomor 68A, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kota Medan, Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini turut dihadiri penyuluh agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan, yakni Elvina Barasa, Mahla Tarigan, Sedra Tarigan, Amanda Purba, Rahmat Napitupulu, Fitri Sartika Sihotang, Natalina Tumanggor, Windu Manik, Asima Manik, Borong Sitepu, dan Maulina Manik.

Pendampingan tersebut bertujuan memberikan semangat, memperkuat keimanan, menghibur, serta mendoakan kesembuhan pasien.
Pelayanan bimbingan dan penyuluhan rohani diberikan kepada pasien beragama Kristen, sementara pasien dari agama lain memperoleh pendampingan sesuai agama dan keyakinan masing-masing. Para penyuluh mendatangi pasien dari satu ruangan ke ruangan lainnya untuk menyampaikan penghiburan dan penguatan iman. Kegiatan diawali oleh Mahla Tarigan dengan puji-pujian kepada Tuhan Yang Maha Esa serta menyanyikan lagu-lagu rohani Kristen. Suasana tersebut diharapkan dapat menghadirkan ketenangan, mengurangi kecemasan, dan memberikan penghiburan bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.

Selanjutnya, Asima Manik menyampaikan pesan penguatan iman dengan mengutip Filipi 4:13, “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Ia menjelaskan bahwa kekuatan dalam menghadapi penyakit dan tantangan hidup tidak hanya bergantung pada kemampuan diri sendiri, tetapi juga pada penyertaan Tuhan. Asima mengajak pasien agar tetap tabah, menjaga pengharapan, dan menyerahkan pergumulan kepada Tuhan. “Rasa sakit dan kelelahan yang kita hadapi hendaknya dijalani dengan penuh pengharapan. Kita harus tetap kuat, tidak mudah mengeluh, dan percaya bahwa Tuhan memiliki kuasa serta kehendak atas kehidupan kita,” ujarnya.

Bimbingan kemudian dilanjutkan oleh Rahmat Napitupulu yang mengajak pasien untuk senantiasa berdoa dan menyerahkan segala kekhawatiran kepada Tuhan. Ia mengutip Filipi 4:6–7 yang mengajarkan agar umat tidak dikuasai kekhawatiran, melainkan menyampaikan segala permohonan kepada Allah melalui doa dan ucapan syukur. Menurutnya, doa dapat menjadi sumber ketenangan batin dan kekuatan spiritual bagi pasien dalam menjalani masa pemulihan. Ia juga mengingatkan pentingnya saling menguatkan melalui perhatian, doa, serta perkataan yang membangun sebagaimana tertulis dalam 1 Tesalonika 5:11 dan Efesus 4:29.

Kegiatan pendampingan ditutup oleh Elvina Barasa melalui nyanyian lagu-lagu rohani dan doa bagi pasien. Dengan penuh ketulusan, ia menyampaikan penghiburan serta mengajak pasien untuk terus memelihara iman dan pengharapan kepada Tuhan di tengah kondisi yang sedang dihadapi. Para penyuluh agama Kristen yang hadir turut mengikuti doa dan mengaminkan setiap permohonan yang disampaikan. Kehadiran mereka menjadi bentuk nyata kepedulian dan pelayanan keagamaan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan di tempat ibadah, tetapi juga menjangkau masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan rohani di rumah sakit.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada Mahla Tarigan dan seluruh penyuluh agama Kristen yang telah bersinergi dengan penyuluh agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan dalam memberikan pendampingan kepada pasien rawat inap. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk pelayanan yang positif dan bermanfaat bagi masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kepedulian para penyuluh agama yang hadir mengunjungi pasien, memberikan semangat, menghibur, serta mendoakan kesembuhan mereka. Kehadiran penyuluh agama di tengah orang-orang yang sedang sakit merupakan wujud nyata pelayanan keagamaan yang membawa penguatan iman dan harapan,” ujar Agus Salim.

Melalui kegiatan ini, para penyuluh agama Kristen KUA Medan Sunggal bersama penyuluh Kantor Kementerian Agama Kota Medan berharap pasien memperoleh ketenangan hati, semangat untuk menjalani perawatan, serta penguatan iman selama masa pemulihan. Pendampingan rohani tersebut juga menegaskan pentingnya kepedulian, kebersamaan, dan pelayanan lintas lingkungan dalam mendukung kebutuhan spiritual masyarakat. Dengan demikian, kehadiran penyuluh agama di RSU Royal Prima tidak hanya menjadi sarana menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menghadirkan penghiburan, kasih, dan pengharapan bagi pasien beserta keluarga mereka.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *