Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., menjadi khatib sekaligus imam salat Jumat di Masjid Ar-Rahman, Jalan Budi Utomo Nomor 25, Kota Medan, pada Jumat (16/10/2026). Dalam khutbahnya, Paidi mengajak jamaah untuk menghindari sifat tergesa-gesa dalam menjalani kehidupan sehari-hari karena perilaku tersebut dapat membuat seseorang bertindak tanpa mempertimbangkan akibat dari perbuatannya.
Kegiatan salat Jumat diawali dengan kumandang azan yang dibawakan oleh Muhammad Nazar, qari Kota Medan. Lantunan azan yang merdu dan menyentuh hati menambah kekhusyukan suasana ibadah serta menarik perhatian jamaah yang hadir. Turut hadir Ketua BKM Ar-Rahman, Muhammad Zakaria, Imam Masjid H. Khairuddin Siregar, Ketua Remaja Masjid Ramadhan Saputra, donatur H. Zakuan, serta lebih dari 150 jamaah yang mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan khidmat.
Dalam khutbahnya, Paidi menyampaikan bahwa sifat tergesa-gesa merupakan perilaku yang harus dihindari karena dapat mendorong seseorang mengambil keputusan secara terburu-buru tanpa memikirkan dampak dan risikonya. Menurutnya, umat Islam hendaknya membiasakan diri bersikap tenang, sabar, dan penuh pertimbangan dalam bertindak. “Jangan membiasakan diri tergesa-gesa dalam setiap urusan. Pikirkan terlebih dahulu akibat dari perbuatan yang kita lakukan agar tidak menimbulkan penyesalan di kemudian hari,” ujar Paidi di hadapan jamaah.
Meski demikian, Paidi menjelaskan bahwa terdapat lima perkara yang dianjurkan untuk disegerakan dan tidak ditunda-tunda. Pertama, memuliakan tamu dengan memberikan pelayanan terbaik, termasuk makanan dan minuman sesuai kemampuan. Kedua, mengurus jenazah dan menyegerakan proses pemakamannya sesuai ketentuan agama. Ketiga, menyegerakan pernikahan anak perempuan yang telah dewasa apabila sudah ada calon suami yang baik dan memenuhi persyaratan. Keempat, segera melunasi utang karena kewajiban tersebut tidak boleh diabaikan. Kelima, segera bertobat kepada Allah SWT atas kesalahan dan dosa yang telah dilakukan.
Lebih lanjut, Paidi menekankan pentingnya melunasi utang sebagai bentuk tanggung jawab seorang Muslim terhadap sesama manusia. Ia mengingatkan bahwa banyaknya ibadah yang dilakukan hendaknya berjalan seiring dengan pemenuhan kewajiban kepada orang lain. “Sebesar apa pun ibadah, salat, dan sedekah yang kita lakukan, jangan sampai kita mengabaikan utang. Utang merupakan tanggung jawab yang harus diselesaikan, sehingga jangan menunda pembayarannya apabila sudah mampu,” tegasnya. Ia juga mengingatkan jamaah tentang riwayat dalam ajaran Islam mengenai seseorang yang gugur sebagai syahid, tetapi urusan utangnya tetap menjadi tanggungan yang harus diselesaikan.
Setelah penyampaian khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Jumat berjamaah yang dipimpin oleh Paidi dan ditutup dengan doa. Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas konsistensi para penyuluh agama Islam dalam melaksanakan dakwah dan memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi penyuluh agama Islam yang terus hadir di tengah masyarakat untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan. Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat kepada Allah SWT,” ungkap Agus Salim.
Melalui khutbah Jumat di Masjid Ar-Rahman, Paidi mengajak jamaah untuk menjauhi sifat tergesa-gesa serta membiasakan diri bersikap sabar, tenang, dan bijaksana dalam menjalani kehidupan. Di sisi lain, umat Islam juga diingatkan agar segera melaksanakan perkara-perkara kebaikan yang tidak patut ditunda, terutama memuliakan tamu, mengurus jenazah, menikahkan anak yang telah memenuhi persyaratan, melunasi utang, dan bertobat kepada Allah SWT. Pesan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi jamaah untuk memperbaiki akhlak, menunaikan tanggung jawab, serta meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari.(Paidi).

