Medan (Humas) — Pelayanan keagamaan tidak hanya diwujudkan melalui penyampaian pesan-pesan agama, tetapi juga melalui kehadiran dan pendampingan ketika masyarakat menghadapi masa-masa sulit. Semangat tersebut diwujudkan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas melalui kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh) bagi pasien yang menjalani perawatan di Rumah Sakit Mitra Sejati, Senin (19/10/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Islam Dr. Syarto, Lc., M.A., H. Harun Arrasyid, Lc., M.A., dan Nurbaiti Lubis. Pelayanan rohani tersebut menyasar pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU) lantai 2, khususnya kamar 203, 225, 235, dan 239. Melalui kunjungan langsung ke ruang perawatan, para penyuluh memberikan penguatan spiritual kepada pasien sekaligus mendampingi keluarga agar tetap tabah dan memiliki harapan selama proses pengobatan.
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh Penyuluh Agama, Penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar senantiasa memberikan pelayanan dan bimbingan yang prima serta berdampak nyata bagi masyarakat. Arahan tersebut menjadi landasan untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, menyentuh kebutuhan umat, dan memberikan manfaat dalam berbagai situasi kehidupan.
Keluarga Menjadi Sumber Semangat dan Harapan
Dalam kunjungan dari satu kamar ke kamar lainnya, para penyuluh mengingatkan keluarga agar terus memberikan perhatian dan semangat kepada anggota keluarga yang sedang sakit. Kehadiran keluarga tidak hanya berfungsi sebagai pendamping selama perawatan, tetapi juga menjadi sumber dukungan emosional yang membantu pasien menghadapi berbagai tantangan selama menjalani pengobatan.
Para penyuluh mengajak keluarga untuk senantiasa bersikap sabar, menyampaikan kata-kata yang menenangkan, serta tidak mudah kehilangan harapan. Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu pasien menjalani masa perawatan dengan lebih tenang, sembari tetap mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Selain memberikan dukungan secara langsung, keluarga juga diajak untuk memperbanyak doa kepada Allah Swt. Ikhtiar pengobatan perlu disertai doa dan tawakal sebagai bentuk penghambaan kepada-Nya. Dengan menggabungkan usaha, doa, dan pendampingan penuh kasih sayang, pasien dan keluarga diharapkan mampu menghadapi ujian kesehatan dengan keteguhan hati.
Menguatkan Kesabaran, Tawakal, dan Husnuzan
Kepada pasien, para penyuluh memberikan penguatan agar senantiasa bersabar, memperkuat tawakal, dan berbaik sangka kepada Allah Swt. Kondisi sakit dapat menghadirkan kecemasan, kelelahan, maupun kekhawatiran terhadap proses pemulihan. Oleh karena itu, penguatan spiritual diharapkan menjadi salah satu sumber ketenangan dalam menghadapi keadaan tersebut.
Pasien diajak memelihara sikap husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah Swt. dalam setiap keadaan. Sikap ini menjadi pengingat agar pasien tetap menjaga keteguhan iman dan menjalani proses pengobatan dengan penuh kesabaran, tanpa kehilangan harapan.
Para penyuluh juga menekankan bahwa tawakal bukan berarti berhenti berusaha. Sebaliknya, tawakal diwujudkan dengan menyerahkan hasil kepada Allah Swt. setelah menjalankan ikhtiar secara sungguh-sungguh. Pasien tetap perlu mengikuti penanganan medis sesuai arahan tenaga kesehatan, sedangkan doa dan ibadah menjadi bagian dari upaya memperkuat batin selama menjalani perawatan.
Melalui pesan tersebut, Bimroh diharapkan tidak sekadar menjadi kunjungan rutin, tetapi juga memberikan manfaat bagi ketahanan spiritual pasien dan keluarga dalam menghadapi ujian kesehatan.
Mengingatkan Salat dan Kemudahan dalam Syariat
Selain memberikan penguatan batin, para penyuluh mengingatkan pasien Muslim agar tetap menjaga salat sesuai kemampuan dan ketentuan syariat. Islam memberikan kemudahan bagi orang yang sedang sakit dalam melaksanakan ibadah, sehingga keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang untuk tetap mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Pasien yang tidak mampu melaksanakan salat dengan cara biasa dapat menyesuaikan pelaksanaannya berdasarkan kemampuan dan ketentuan fikih. Demikian pula, tayamum dapat dilakukan sebagai pengganti wudu dalam kondisi yang dibenarkan oleh syariat, termasuk apabila penggunaan air tidak memungkinkan atau dapat membahayakan kondisi kesehatan pasien.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa dalam keadaan sakit, seorang Muslim tetap dapat menjaga hubungan spiritual dengan Allah Swt. melalui salat sesuai kemampuan, doa, zikir, kesabaran, dan tawakal. Pelaksanaan ibadah juga perlu memperhatikan kondisi medis serta arahan tenaga kesehatan agar keselamatan dan pemulihan pasien tetap menjadi perhatian utama.
Istirahat sebagai Bagian dari Ikhtiar Menjaga Kesehatan
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh turut mengingatkan pentingnya memberikan waktu istirahat yang cukup bagi tubuh dan mata. Pasien yang sedang menjalani perawatan membutuhkan kesempatan untuk beristirahat agar proses pemulihan dapat berlangsung sesuai kondisi masing-masing.
Menjaga kesehatan bukan hanya berkaitan dengan menjalani pengobatan, tetapi juga mencakup upaya memperhatikan kebutuhan tubuh, menghindari aktivitas yang berlebihan, dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan. Dalam perspektif Islam, tubuh merupakan amanah yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya.
Pesan ini menegaskan bahwa semangat beribadah dan berikhtiar perlu berjalan seiring dengan perhatian terhadap kemampuan fisik. Pasien diharapkan tetap menjalankan ibadah sesuai kemampuan, sekaligus memberikan kesempatan kepada tubuh untuk beristirahat dan memulihkan diri.
Dengan demikian, bimbingan rohani tidak hanya berfokus pada penguatan iman, tetapi juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan spiritual dan pemeliharaan kesehatan selama menjalani perawatan.
Doa Bersama Menutup Rangkaian Bimroh
Rangkaian kegiatan Bimroh di Rumah Sakit Mitra Sejati ditutup dengan doa bersama. Doa dipanjatkan agar para pasien diberikan kesembuhan, diangkat penyakit yang diderita, serta diberi kekuatan dan ketabahan dalam menjalani setiap tahapan pengobatan.
Para penyuluh juga memohon agar Allah Swt. memberikan kemudahan bagi pasien dan keluarga dalam menghadapi ujian tersebut. Doa bersama ini menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk menumbuhkan ketenangan, memperkuat keyakinan, dan menjaga semangat pasien beserta keluarga selama menjalani proses perawatan.
Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Medan Amplas terus berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bimroh menjadi salah satu bentuk pengabdian Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pendampingan yang tidak hanya menyampaikan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memperhatikan kondisi nyata pasien dan keluarganya.
Pelaksanaan kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud penerapan arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas untuk menghadirkan pelayanan dan bimbingan yang prima serta berdampak nyata. Kehadiran para penyuluh di ruang perawatan diharapkan dapat memberikan ketenangan batin, menguatkan iman, serta menumbuhkan semangat untuk terus berikhtiar dan berdoa dalam menghadapi ujian kehidupan.

