Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Ajak Masyarakat Hindari Lima Kebiasaan yang Merusak Kesehatan

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan mengajak masyarakat menjaga kesehatan fisik dan psikis dengan menghindari lima kebiasaan negatif, yakni penyalahgunaan narkoba, konsumsi minuman keras, perjudian, pornografi, dan begadang berlebihan. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan BRUN Berjadwal, BRUN Berdampak yang berlangsung di STIM Sukma Medan, Rabu (21/10/2026). Edukasi ini menekankan pentingnya membangun kebiasaan positif sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas hidup. Melalui pendekatan keagamaan, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjauhi perilaku yang dapat merugikan kesehatan dan masa depan.

Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan, M. Iqbal, menjelaskan bahwa menjaga kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik, tetapi juga mencakup ketenangan pikiran dan pengendalian diri. Menurutnya, kebiasaan negatif dapat berdampak pada kehidupan pribadi, hubungan sosial, serta tanggung jawab seseorang dalam keluarga dan masyarakat. “Untuk menjaga kewarasan psikis dan fisik, ada lima hal yang perlu kita hindari, yaitu narkoba, minuman keras, judi, pornografi, dan begadang berlebihan. Kita perlu membiasakan diri memilih kegiatan yang lebih sehat dan bermanfaat agar kehidupan tetap terarah,” ujarnya. Ia mengingatkan bahwa kesadaran untuk menjaga diri perlu dimulai dari keputusan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Selain itu, penyalahgunaan narkoba dan konsumsi minuman keras berisiko menimbulkan gangguan kesehatan serta memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan. Perjudian juga dapat memicu persoalan ekonomi dan konflik dalam keluarga apabila tidak dikendalikan. Sementara itu, paparan pornografi yang tidak dikelola dengan baik dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku seseorang, sedangkan kebiasaan begadang dapat mengganggu kebutuhan istirahat tubuh. Oleh karena itu, pemahaman mengenai risiko berbagai kebiasaan tersebut perlu disertai langkah nyata untuk membangun pola hidup yang lebih sehat.

M. Iqbal juga menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam membantu seseorang mempertahankan kebiasaan positif. Dukungan dari orang-orang terdekat dapat menjadi penguat ketika seseorang berusaha menjauhi perilaku yang berisiko. Selain itu, mengisi waktu dengan kegiatan produktif, beribadah, berolahraga, dan berinteraksi secara sehat dapat menjadi pilihan untuk membangun keseimbangan hidup. Kebiasaan tersebut perlu diterapkan secara bertahap agar dapat menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Senada dengan hal itu, pembinaan keagamaan dapat menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga diri dan bertanggung jawab atas pilihan hidup. Nilai-nilai agama mengajarkan umat untuk menghindari perilaku yang membawa kemudaratan bagi diri sendiri maupun orang lain. Edukasi semacam ini juga mendorong masyarakat untuk mencari bantuan yang tepat apabila menghadapi kesulitan berkaitan dengan kebiasaan adiktif atau kesehatan mental. Dengan pemahaman yang baik, upaya pencegahan diharapkan dapat dimulai dari diri sendiri dan diperkuat melalui dukungan lingkungan.

Kementerian Agama Kota Medan terus mendorong penyuluhan yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat. Pesan mengenai lima kebiasaan yang perlu dihindari diharapkan menjadi pengingat untuk lebih bijak dalam menjaga kesehatan fisik dan psikis. Masyarakat juga diharapkan mampu membangun rutinitas yang seimbang dengan memperhatikan istirahat, aktivitas positif, serta hubungan sosial yang sehat. Dengan demikian, penyuluhan agama dapat berkontribusi dalam membentuk pribadi yang lebih sehat, bertanggung jawab, dan berdaya dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *