Medan (Humas) — Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, M. Iqbal, mengajak masyarakat membiasakan membaca Al-Qur’an pada waktu subuh melalui Gerakan Tilawah Subuh (GTS), Jumat (23/10/2026). Ajakan ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Melalui tilawah pada awal hari, masyarakat diharapkan dapat memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT dan menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani aktivitas.
Membaca Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat dilakukan secara rutin sesuai dengan kemampuan masing-masing. Waktu subuh dapat dimanfaatkan untuk meluangkan waktu membaca ayat-ayat suci sebelum memulai berbagai kesibukan. Selain menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT, kebiasaan ini juga memberikan kesempatan untuk merenungkan pesan-pesan Al-Qur’an dan mempersiapkan diri menjalani hari dengan sikap yang lebih baik.
M. Iqbal menyampaikan bahwa membangun kebiasaan tilawah tidak harus dimulai dengan membaca dalam jumlah yang banyak. Menurutnya, konsistensi merupakan hal penting agar membaca Al-Qur’an dapat menjadi bagian dari rutinitas harian. Masyarakat dapat memulainya dengan beberapa ayat setiap pagi, kemudian meningkatkan kebiasaan tersebut secara bertahap sesuai waktu dan kemampuan.
“Membiasakan membaca Al-Qur’an pada waktu subuh merupakan langkah sederhana untuk mengawali hari dengan hati yang lebih tenang dan pikiran yang lebih terarah. Mari kita jadikan tilawah sebagai kebiasaan rutin agar hubungan dengan Allah SWT semakin kuat dan aktivitas sehari-hari dijalani dengan semangat positif,” ungkap M. Iqbal.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya membaca Al-Qur’an, tetapi berusaha memahami makna dan mengamalkan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, tanggung jawab, kasih sayang, dan kepedulian terhadap sesama perlu diwujudkan dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat. Dengan demikian, tilawah tidak berhenti sebagai rutinitas ibadah, tetapi turut membentuk perilaku dan akhlak yang baik.
Gerakan Tilawah Subuh juga dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Orang tua dapat memberikan teladan kepada anak-anak dengan meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an bersama, meskipun hanya beberapa menit setiap pagi. Pembiasaan sederhana tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini serta menciptakan suasana keluarga yang mendukung kehidupan beragama.
Semangat “Penyuluh Bergerak, Penyuluh Berkarya” menjadi dorongan bagi Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan untuk terus menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui ajakan Gerakan Tilawah Subuh, penyuluh agama berupaya mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa penguatan iman dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
M. Iqbal berharap semakin banyak masyarakat yang menjadikan membaca Al-Qur’an sebagai bagian dari rutinitas harian, khususnya pada waktu subuh. Dengan niat yang ikhlas dan kebiasaan yang terus dijaga, tilawah diharapkan dapat memperkuat keimanan, menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci, serta mendorong masyarakat untuk menerapkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

