Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal Berikan Penyuluhan di Yayasan Medan Plus

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Medan Sunggal melaksanakan bimbingan dan penyuluhan rohani bagi warga binaan korban penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) di Yayasan Rehabilitasi Medan Plus, Jalan Jamin Ginting Pasar 7 Nomor 45, Kelurahan Beringin, Kota Medan, Rabu (21 Oktober 2026). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Mahla Tarigan, Sindar Purba, dan Asima Manik, didampingi penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, yakni Elvina Barasa, Sendra Tarigan, Amanda Purba, Rahmat Napitupulu, Fitri Sartika Sihotang, dan Natalina Tumanggor. Mengangkat tema “Semangat Penghiburan untuk Bangkit dari Keterpurukan”, kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan iman, motivasi, dan harapan kepada warga binaan dalam menjalani proses pemulihan.

Bimbingan rohani diberikan kepada warga binaan yang beragama Kristen, sedangkan warga binaan yang menganut agama dan kepercayaan lain memperoleh pembinaan sesuai dengan keyakinan masing-masing. Kegiatan berlangsung di dalam ruangan dengan suasana tenang dan khusyuk sehingga para peserta dapat mengikuti setiap rangkaian penyuluhan dengan baik. Kehadiran para penyuluh diharapkan mampu memberikan dukungan spiritual sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi warga binaan untuk menjalani proses rehabilitasi.

Kegiatan diawali oleh Mahla Tarigan yang membuka acara dengan lagu-lagu rohani dan puji-pujian kepada Tuhan Yang Maha Esa. Suasana menjadi lebih hangat dan penuh penghayatan, sekaligus menghadirkan penghiburan bagi para peserta. Melalui pujian dan nyanyian rohani tersebut, warga binaan diajak mendekatkan diri kepada Tuhan, membangun ketenangan batin, serta menumbuhkan keyakinan bahwa mereka tetap memiliki kesempatan untuk memperbaiki kehidupan dan menatap masa depan yang lebih baik.

Selanjutnya, Sindar Purba menyampaikan pesan keimanan dengan menekankan bahwa keterpurukan dan penyakit bukanlah akhir dari segalanya. Ia mengajak warga binaan untuk tidak kehilangan harapan, melainkan terus berjuang memulihkan kesehatan fisik dan kondisi jiwa. Mengutip Amsal 17:22, “Hati yang gembira adalah obat yang manjur, tetapi semangat yang patah mengeringkan tulang,” Sindar mengingatkan pentingnya memelihara hati yang penuh sukacita dan semangat dalam menjalani pemulihan. “Mari kita menjaga semangat dan tidak menyerah. Sikap optimis menjadi salah satu kekuatan yang membantu kita menjalani proses pemulihan dan melepaskan diri dari ketergantungan narkoba,” ujarnya.

Penyuluhan kemudian dilanjutkan oleh Rahmat Napitupulu yang menyampaikan pesan berdasarkan Amsal 4:22 tentang firman Tuhan yang menjadi kehidupan dan kesembuhan bagi seluruh tubuh. Ia mengajak para peserta untuk menyimpan firman Tuhan di dalam hati, memperkuat keyakinan, serta menjadikan nilai-nilai keimanan sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai kesulitan. “Kita harus tetap yakin kepada Tuhan dan tidak kehilangan pengharapan. Dengan iman, doa, serta kesungguhan menjalani proses rehabilitasi, kita diharapkan mampu menghadapi kesusahan dan melangkah menuju kehidupan yang lebih baik,” tutur Rahmat.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada para penyuluh Agama Kristen yang secara konsisten memberikan pendampingan rohani kepada warga binaan di Yayasan Rehabilitasi Medan Plus. Menurutnya, kehadiran penyuluh agama sangat penting untuk memberikan penguatan mental dan spiritual bagi mereka yang sedang berjuang pulih dari ketergantungan NAPZA. “Mereka sangat membutuhkan kehadiran kita untuk memberikan pendampingan dan nasihat agama guna memperkuat keimanan. Harapannya, setelah keluar dari panti rehabilitasi, mereka memiliki iman yang kokoh, mampu menjaga diri, dan tidak kembali kepada lingkungan pergaulan lama yang dapat menjerumuskan mereka,” ungkapnya.

Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan rohani ini, para penyuluh berharap warga binaan Yayasan Rehabilitasi Medan Plus semakin kuat dalam menghadapi proses pemulihan, memiliki optimisme, serta mampu membangun kembali kehidupan yang lebih sehat dan bermakna. Penguatan iman, dukungan lingkungan, dan kesungguhan mengikuti program rehabilitasi menjadi bagian penting dalam perjalanan menuju pemulihan. Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen KUA Medan Sunggal dan Kementerian Agama Kota Medan untuk terus hadir memberikan pelayanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan penuh kepedulian kepada masyarakat yang membutuhkan pendampingan.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *