Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan melaksanakan kegiatan bimbingan tahsin Al-Qur’an bersama jamaah Majelis Taklim (MT) Al-Huda di Masjid Jami’ Aur, Medan Maimun, Medan, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an di kalangan jamaah. Bimbingan tersebut dipandu oleh Lita Maisyarah Desy Siregar, S.E.I., M.M., bersama Fauzani Masruri, S.E.I. Para jamaah mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias.
Dalam kegiatan tersebut, jamaah mendapatkan bimbingan mengenai makharijul huruf atau tempat keluarnya huruf hijaiyah. Materi ini penting untuk membantu jamaah melafalkan setiap huruf dengan tepat sesuai kaidah bacaan Al-Qur’an. Selain itu, para peserta juga mempelajari penerapan hukum tajwid agar bacaan menjadi lebih baik dan benar. Bimbingan dilakukan secara bertahap sehingga jamaah dapat memahami materi dan memperbaiki kesalahan dalam pelafalan.
Lita Maisyarah Desy Siregar menyampaikan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an perlu terus ditingkatkan melalui pembelajaran dan latihan secara konsisten. “Membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar membutuhkan kesungguhan serta kemauan untuk terus belajar. Melalui kegiatan tahsin ini, kita berharap jamaah semakin memahami kaidah tajwid dan mampu menerapkannya ketika membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an,” pesannya. Ia berharap kegiatan tersebut dapat mendorong jamaah untuk lebih percaya diri dalam membaca Al-Qur’an. Dengan demikian, pembelajaran tahsin diharapkan memberikan manfaat yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, kehadiran Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Bimbingan tahsin tidak hanya berfokus pada ketepatan pelafalan huruf, tetapi juga pada pemahaman dasar-dasar membaca Al-Qur’an sesuai kaidah. Selain itu, kegiatan ini memberikan kesempatan bagi jamaah untuk bertanya dan memperbaiki bacaan dengan arahan pembimbing. Suasana belajar yang terbuka diharapkan membuat jamaah semakin termotivasi untuk mendalami Al-Qur’an.
Senada dengan hal itu, kegiatan tahsin juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dan jamaah MT Al-Huda. Interaksi selama pembelajaran mendorong jamaah untuk saling mendukung dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Kebersamaan tersebut turut memperkuat semangat belajar agama secara berkelanjutan. Dengan adanya pendampingan, jamaah diharapkan tidak berhenti berlatih setelah kegiatan selesai.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan berharap semakin banyak jamaah yang mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Peningkatan kualitas bacaan diharapkan sejalan dengan tumbuhnya kecintaan terhadap kitab suci. Selain itu, pembinaan seperti ini diharapkan terus memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat. Kegiatan tahsin menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara tepat, rutin, dan berkesinambungan.

