Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik dan Penyuluh Agama Kristen Protestan Kementerian Agama Kota Medan bersama-sama melaksanakan pelayanan penyuluhan rohani kepada para pasien di Rumah Sakit Umum Santa Elisabeth Medan, Jalan Haji Misbah No. 7, Kelurahan Jati, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Senin (26/10/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian dan pelayanan kasih kepada sesama, khususnya bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.
Kegiatan tersebut melibatkan Penyuluh Agama Katolik, yakni Hamma Sitohang selaku Ketua Pokjaluh, Demaran Sigiro, Leonhard Hutagalung, Zetra Hail Saragih, dan Hekdi Jojada Sinaga. Mereka bersinergi dengan Penyuluh Agama Kristen Protestan, yaitu Daminta Berutu, Herna Ginting, dan Otomosi Zebua, dalam memberikan pendampingan rohani kepada para pasien.
Dalam pelaksanaannya, para penyuluh mendatangi langsung ruang rawat inap pasien untuk menyampaikan kata-kata penguatan, motivasi, serta doa. Melalui pendekatan yang penuh perhatian dan kasih, para penyuluh berupaya menghadirkan penghiburan bagi pasien agar tetap memiliki harapan, keteguhan iman, dan semangat dalam menjalani proses pemulihan.
Kehadiran para penyuluh agama tersebut disambut dengan penuh sukacita oleh para pasien. Mereka merasa terhibur dan diberkati melalui perhatian, sapaan hangat, serta doa yang disampaikan. Pelayanan ini menjadi pengingat bahwa di tengah masa perawatan dan pergumulan kesehatan, dukungan rohani dan kepedulian sesama dapat memberikan kekuatan tersendiri.
Ketua Pokjaluh Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Hamma Sitohang, menyampaikan bahwa pelayanan rohani kepada pasien merupakan bagian penting dari pengabdian penyuluh agama kepada masyarakat. “Kami berharap kehadiran kami dapat memberikan penghiburan, menguatkan iman, dan menumbuhkan harapan bagi para pasien agar tetap tabah serta semangat menjalani perawatan,” ungkap Hamma Sitohang.
Melalui kegiatan ini, Penyuluh Agama Katolik dan Kristen Protestan Kementerian Agama Kota Medan berharap sinergi lintas agama dalam pelayanan kemanusiaan dapat terus terjalin dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pelayanan rohani di rumah sakit ini sekaligus menegaskan bahwa penyuluh agama tidak hanya hadir untuk memberikan bimbingan keagamaan, tetapi juga untuk menebarkan kasih, kepedulian, dan pengharapan bagi sesama yang membutuhkan.

