Perkuat Keimanan Muslimah, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Tekankan Pentingnya Ibadah dan Akhlak

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, H. Abdullah Hakim, memberikan bimbingan penyuluhan kepada jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Musthofa, Senin (26/10/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “5 Cara Menjadi Muslimah yang Dicintai Allah dan Dirindukan Surga” dengan menitikberatkan pada penguatan keimanan, kualitas ibadah, dan pembentukan akhlak mulia. Dalam penyuluhan tersebut, jamaah diajak memahami bahwa menjadi muslimah yang dicintai Allah perlu diwujudkan melalui ketaatan dan perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Pembinaan ini diharapkan dapat mendorong jamaah untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memperbaiki kualitas diri.

Dalam penyampaiannya, H. Abdullah Hakim memaparkan lima amalan utama yang dapat diterapkan untuk membentuk pribadi muslimah yang salehah. Amalan tersebut meliputi menjaga salat dan ibadah, memperbanyak membaca serta mengamalkan Al-Qur’an, menjaga akhlak dan lisan, berbakti kepada keluarga, serta memperbanyak amal saleh dan kepedulian terhadap sesama. Ia menekankan bahwa ibadah tidak hanya menjadi kewajiban, tetapi juga fondasi untuk membentuk perilaku yang baik. “Keimanan perlu diwujudkan dalam ibadah yang terjaga dan akhlak yang baik, sehingga nilai-nilai Islam benar-benar tercermin dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, jamaah diingatkan untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Menjaga salat, membaca Al-Qur’an, dan mengamalkan ajarannya merupakan langkah yang dapat dilakukan untuk memperkuat keimanan. Sementara itu, menjaga lisan menjadi bagian penting dari akhlak mulia karena perkataan dapat memengaruhi hubungan seseorang dengan orang lain. Kebiasaan berkata baik dan menghindari ucapan yang menyakiti diharapkan dapat menciptakan suasana yang harmonis di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

H. Abdullah Hakim juga mengingatkan bahwa akhlak mulia perlu diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata, termasuk berbakti kepada keluarga serta membantu sesama. Menurutnya, kesalehan seorang muslimah tidak hanya terlihat dari pelaksanaan ibadah, tetapi juga dari cara memperlakukan orang lain dengan baik. “Ibadah yang kita jalankan hendaknya mendorong kita menjadi pribadi yang lebih sabar, menjaga perkataan, menghormati keluarga, dan peduli terhadap orang-orang di sekitar,” ungkapnya. Senada dengan hal itu, amal saleh yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi bentuk pengamalan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Penyuluhan keagamaan ini menjadi bagian dari upaya Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan dalam memperkuat pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat. Melalui majelis taklim, jamaah memperoleh kesempatan untuk memperdalam pengetahuan agama sekaligus merefleksikan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, pembinaan seperti ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kebiasaan beribadah dan berakhlak baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Penguatan keimanan yang disertai perilaku terpuji menjadi salah satu landasan dalam membentuk kehidupan yang lebih baik.

Jamaah MT Nurul Musthofa diharapkan dapat menerapkan pesan penyuluhan dengan menjaga ibadah, memperbaiki akhlak, dan meningkatkan kepedulian terhadap sesama. Langkah tersebut dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti melaksanakan salat tepat waktu, membaca Al-Qur’an, berkata santun, dan membantu anggota keluarga. Konsistensi dalam menjalankan amalan tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk pribadi muslimah yang salehah. Dengan demikian, nilai-nilai yang diperoleh dari bimbingan penyuluhan diharapkan dapat diamalkan secara berkelanjutan demi meraih rida Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *