Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Denai, Saiful Akhyar, S.H.I., mengajak para guru SMP Al-Nizam untuk senantiasa menjaga amanah dan keteladanan dalam menjalankan tugas sebagai pendidik. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan penyuluhan keagamaan yang dirangkai dengan arisan guru pada Sabtu (24/10/2026), bertempat di kediaman Naswah Alyaa Nabhan, Jalan Sutrisno Gang Sehati, Kecamatan Medan Area. Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, sekaligus menjadi ruang silaturahmi serta penguatan nilai-nilai keagamaan bagi para pendidik.
Dalam penyuluhan tersebut, Saiful Akhyar mengangkat tema “Menjaga Amanah sebagai Pendidik” dengan menekankan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, keikhlasan, dan keteladanan dalam mendidik generasi muda. Ia menjelaskan bahwa tugas seorang guru tidak hanya sebatas menyampaikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak peserta didik melalui perilaku sehari-hari. Oleh karena itu, setiap pendidik perlu menyadari bahwa profesi guru merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh kesungguhan dan dipertanggungjawabkan, baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah SWT.
Saiful juga mengingatkan bahwa keteladanan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan kepribadian peserta didik. Sikap, perkataan, dan tindakan guru dapat menjadi contoh yang melekat dalam ingatan anak-anak, bahkan ketika mereka telah menyelesaikan pendidikan formalnya. “Seorang guru bukan hanya mengajarkan apa yang diketahui, tetapi juga memberikan teladan melalui sikap, perkataan, dan perbuatannya. Apa yang dilihat dan dirasakan oleh peserta didik dari gurunya dapat menjadi pelajaran berharga yang membekas sepanjang kehidupan mereka,” ungkap Saiful Akhyar.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa menjaga amanah sebagai pendidik dapat diwujudkan melalui kedisiplinan dalam menjalankan tugas, keadilan dalam memperlakukan peserta didik, kesungguhan dalam mengajar, serta kesabaran dalam membimbing setiap anak sesuai dengan kemampuan dan karakternya. Ia juga mengajak para guru untuk senantiasa meluruskan niat, menjadikan kegiatan mendidik sebagai ladang ibadah, serta terus meningkatkan kompetensi diri. Dengan demikian, proses pendidikan diharapkan tidak hanya menghasilkan peserta didik yang unggul dalam pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia dan keimanan yang kuat.
Pesan tersebut sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surah An-Nisa ayat 58 tentang perintah untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya. Nilai amanah tersebut menjadi pengingat bahwa tanggung jawab seorang guru harus dilaksanakan dengan integritas, keadilan, dan komitmen untuk memberikan pendidikan terbaik. Kepala SMP Al-Nizam, Robin Ginting, M.Pd., turut menyampaikan bahwa sekolah terus berupaya membangun budaya keteladanan di lingkungan pendidikan agar nilai-nilai karakter, kejujuran, kedisiplinan, dan berbagai kebajikan dapat menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Robin Ginting menegaskan bahwa pembentukan karakter peserta didik perlu dimulai dari keteladanan para guru sebagai orang-orang yang berinteraksi langsung dengan mereka dalam proses pembelajaran. Menurutnya, nilai-nilai positif akan lebih mudah dipahami dan diterapkan apabila peserta didik melihat contoh nyata dari para pendidik di lingkungan sekolah. Ia berharap kegiatan penyuluhan keagamaan seperti ini dapat memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan akhlak mulia.
Kegiatan penyuluhan yang dirangkai dengan arisan guru tersebut ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustaz Fahrul Amri, S.Pd., yang juga merupakan salah seorang guru di sekolah tersebut. Melalui kegiatan ini, diharapkan silaturahmi antarguru semakin erat dan semangat untuk menjalankan amanah pendidikan semakin kuat. Penyuluhan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan seorang pendidik tidak hanya diukur dari ilmu yang disampaikan di dalam kelas, tetapi juga dari nilai-nilai kebaikan yang diwariskan melalui keteladan

