Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Edukasi Katekumen Toba tentang Makna Tanda Salib

Medan (Humas) — Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal melaksanakan kegiatan pendampingan katekumen secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting pada Senin, 26 Oktober 2026, pukul 20.00 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh dua orang katekumen yang berasal dari Kabupaten Toba, yakni Santi Manalu dan Charles Sinaga. Materi yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah Alasan Orang Katolik Membuat Tanda Salib, sebagai bagian dari pembinaan iman untuk membantu peserta memahami makna dan penghayatan salah satu tradisi penting dalam Gereja Katolik.

Dalam pendampingan tersebut, para katekumen diajak memahami bahwa tanda salib bukan sekadar gerakan tubuh atau kebiasaan yang dilakukan sebelum dan sesudah berdoa. Bagi umat Katolik, tanda salib merupakan ungkapan iman kepada Allah Tritunggal, yakni Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Melalui tanda salib, umat menyatakan keyakinan akan kehadiran Allah dalam kehidupan serta menyerahkan seluruh aktivitas kepada penyelenggaraan-Nya.

Materi selanjutnya menjelaskan hubungan tanda salib dengan misteri keselamatan yang dilaksanakan melalui wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. Salib menjadi lambang kasih Allah yang begitu besar kepada manusia serta pengorbanan Kristus demi keselamatan dunia. Oleh karena itu, ketika membuat tanda salib, umat Katolik diajak untuk mengingat kasih Kristus dan meneladani semangat pengorbanan, kerendahan hati, serta kesetiaan-Nya dalam menjalankan kehendak Bapa.

Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai waktu-waktu yang lazim digunakan untuk membuat tanda salib, seperti sebelum dan sesudah berdoa, ketika memasuki gereja, serta pada awal dan akhir perayaan liturgi. Tanda salib juga menjadi ungkapan iman ketika seseorang memulai kegiatan sehari-hari. Namun, hal yang paling penting bukan hanya gerakan yang dilakukan dengan benar, melainkan kesadaran iman, penghayatan, dan sikap hormat yang menyertainya.

Melalui dialog dan penjelasan selama pertemuan daring, Santi Manalu dan Charles Sinaga diharapkan semakin memahami bahwa tanda salib memiliki makna mendalam dalam kehidupan rohani umat Katolik. Tanda salib mengingatkan setiap orang beriman akan panggilan untuk hidup dalam kasih Allah, menjauhi perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Kristus, serta menghadirkan nilai-nilai Injil dalam keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, tanda salib tidak berhenti sebagai simbol atau ritual, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan pendampingan katekumen yang dilakukan oleh Penyuluh Agama Katolik. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen penyuluh agama dalam berbagi ilmu, memperluas pelayanan pembinaan iman, serta menjalin sinergi dengan sesama penyuluh agama Katolik yang bertugas di daerah lain.
“Saya sangat mengapresiasi penyuluh agama Katolik yang mampu berbagi ilmu dan memberikan pendampingan iman kepada katekumen yang berada di daerah lain. Semoga sinergi ant penyuluh agama di berbagai daerah dapat menumbuhkan kerja sama yang baik dalam meningkatkan nilai-nilai spiritual, sekaligus memperkuat kedamaian dan kerukunan di tengah masyarakat. Dengan demikian, pelayanan keagamaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas tanpa dibatasi jarak dan wilayah,” ujar Agus Salim.

Lebih lanjut, kegiatan pendampingan katekumen melalui Zoom Meeting ini menjadi salah satu upaya mendukung pembinaan iman secara berkelanjutan. Melalui pendalaman materi yang sederhana dan terarah, para peserta diharapkan semakin mengenal ajaran Gereja Katolik, memperdalam kehidupan doa, serta mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan sebagai umat beriman dan mengambil bagian dalam persekutuan Gereja Katolik.

Kegiatan pendampingan katekumen ini menunjukkan bahwa pelayanan penyuluhan agama dapat dilaksanakan secara fleksibel melalui pemanfaatan teknologi digital. Selain membantu peserta memahami makna tanda salib sebagai ungkapan iman kepada Allah Tritunggal dan penghayatan kasih Kristus, kegiatan ini juga memperkuat sinergi ant penyuluh agama lintas daerah. Dukungan Kepala KUA Medan Sunggal diharapkan semakin mendorong kerja sama dalam meningkatkan kualitas pembinaan spiritual serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang damai, rukun, dan saling menghormati.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *