Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan Katekese Lima Menit dengan materi “Air Suci dalam Gereja Katolik” di Gereja Katolik Stasi Santo Fransiskus Xaverius Sunggal, Jalan Abadi No. 54, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, Minggu (25/10/2026), pukul 09.40 WIB. Kegiatan yang diikuti oleh umat Stasi Sunggal ini bertujuan meningkatkan pemahaman umat terhadap makna simbol-simbol liturgi dan tradisi Gereja Katolik sebagai bagian dari pembinaan iman.
Dalam penyampaian materi, umat diajak memahami bahwa air suci merupakan salah satu bentuk sakramentali dalam Gereja Katolik. Air suci yang telah diberkati oleh Gereja digunakan sebagai sarana untuk membantu umat mengungkapkan iman, mengarahkan hati kepada Allah, serta mempersiapkan diri dalam menerima rahmat-Nya. Penggunaan air suci menjadi pengingat akan kasih Allah dan panggilan setiap orang yang telah dibaptis untuk hidup sesuai dengan ajaran Yesus Kristus.
Lebih lanjut, dijelaskan bahwa air memiliki makna mendalam dalam kehidupan iman Katolik, terutama dalam Sakramen Baptis. Air melambangkan penyucian, kehidupan baru, dan kelahiran kembali dalam Kristus. Kebiasaan membuat tanda salib menggunakan air suci ketika memasuki gereja menjadi pengingat bagi umat akan Sakramen Baptis serta komitmen untuk senantiasa setia mengikuti Yesus Kristus dan menerapkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari.
Katekese tersebut juga menekankan penggunaan air suci dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika memasuki gereja, memulai doa pribadi, maupun saat berdoa bersama keluarga. Umat diajak menggunakan air suci dengan penuh hormat, disertai doa dan sikap iman yang benar. Ditekankan bahwa air suci bukanlah benda yang memiliki kekuatan magis, melainkan sarana sakramentali yang membantu umat mengarahkan hati kepada Allah, memperdalam penghayatan iman, dan membangun kehidupan rohani yang semakin baik.
Melalui kegiatan ini, umat Stasi Sunggal diharapkan tidak hanya menjalankan tradisi Gereja secara rutin, tetapi juga memahami dan menghayati makna rohani di balik setiap tindakan liturgis. Pemahaman tentang air suci hendaknya diwujudkan melalui kehidupan doa yang semakin tekun, pertobatan yang tulus, serta tindakan nyata dalam mengamalkan kasih kepada sesama. Dengan demikian, umat semakin menyadari identitasnya sebagai anak-anak Allah dan mampu menjadi saksi kasih Kristus di tengah keluarga maupun masyarakat.
Kegiatan Katekese Lima Menit ini merupakan bagian dari pelayanan Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal dalam mendampingi dan membina iman umat. Melalui penyampaian materi yang singkat, sederhana, dan mudah dipahami, kegiatan ini diharapkan dapat membantu umat semakin mengenal ajaran Gereja Katolik, memperkuat kehidupan doa, serta meningkatkan keterlibatan dalam kehidupan menggereja. Roni menyampaikan bahwa pemahaman tentang air suci hendaknya mendorong umat untuk semakin menghayati iman dan mengamalkan kasih Kristus dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui pemahaman akan makna air suci, kita diajak untuk senantiasa mengingat janji Baptis, memperbarui komitmen iman, serta menjadi pribadi yang semakin dekat dengan Tuhan dan mampu menghadirkan kasih-Nya di tengah keluarga maupun masyarakat,” ujar Roni.

