Medan — Kepala Madrasah Aliyah Persiapan Negeri (MAPN) 4 Medan, Dr. Syarifuddin, S.Pd.I., M.A., mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Pelatihan Pengembangan Soft Skill di SMA Sederajat Tahun Anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Utara, Senin (19/10/2026). Kegiatan berlangsung di Le Polonia Hotel & Convention, Medan.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarlembaga pendidikan dan instansi terkait untuk mengembangkan kompetensi nonakademik peserta didik sekaligus meningkatkan upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika (P4GN) di lingkungan pendidikan. Kehadiran Kepala MAPN 4 Medan menunjukkan komitmen madrasah dalam mendukung penguatan karakter, pembinaan mental, serta peningkatan keterampilan peserta didik agar mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Rapat koordinasi tersebut diikuti oleh perwakilan sejumlah instansi dan lembaga pendidikan, di antaranya Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatera Utara, Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Sumatera Utara, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, serta sejumlah sekolah menengah atas dan kejuruan di Kota Medan. Unsur madrasah turut diundang, termasuk Kepala Madrasah Aliyah Negeri Binjai dan Kepala MAPN 4 Medan. Pelibatan berbagai pemangku kepentingan ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah dalam membangun lingkungan pendidikan yang aman, sehat, berkarakter, serta terbebas dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, dilanjutkan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan doa, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars BNN. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan sekaligus pembukaan oleh Kepala BNNP Sumatera Utara, Brigjen Pol. Tatar Nugroho, S.I.K., S.H., M.H., yang juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam pelaksanaan program pencegahan narkoba di lingkungan pendidikan.
Rangkaian kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas kebijakan pencegahan narkoba, strategi pengembangan soft skill, serta penguatan karakter peserta didik. Materi pertama mengenai kebijakan dan strategi P4GN di bidang pencegahan disampaikan oleh Penyuluh Narkoba Ahli Madya, Soritua Sihombing, M.Pd. Materi berikutnya membahas strategi dan kebijakan P4GN di lingkungan pendidikan dengan narasumber Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara.
Selanjutnya, praktisi P4GN Dr. Zulkarnain Nasution, M.A., menyampaikan materi tentang peningkatan ketahanan diri remaja melalui pengembangan soft skill. Pembahasan kini menekankan pentingnya membekali generasi muda dengan kemampuan mengenali risiko, mengambil keputusan secara bijak, mengelola emosi, berkomunikasi secara efektif, serta membangun hubungan sosial yang positif. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik untuk menghadapi tekanan lingkungan dan menolak pengaruh negatif, termasuk ajakan menyalahgunakan narkoba.
Pada sesi berikutnya, Ketua Satgas P4GN Universitas Sumatera Utara, Prof. Dr. Lita Sri Andayani, M.Kes., menyampaikan materi tentang penguatan karakter dan soft skill peserta didik sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan. Materi ini mempertegas bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari terbentuknya karakter yang kuat, kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, serta keteguhan peserta didik dalam menentukan pilihan yang positif. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi, tanya jawab, penyusunan kesimpulan, dan penutupan.
Bagi MAPN 4 Medan, kegiatan koordinasi ini menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan dan memperkuat dukungan terhadap program pembinaan peserta didik secara menyeluruh. Pengembangan soft skill merupakan bagian penting dari proses pendidikan di madrasah karena peserta didik tidak hanya dituntut menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga perlu memiliki keterampilan sosial, kecakapan berkomunikasi, kepemimpinan, kemampuan bekerja sama, pengendalian diri, dan karakter yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
Kepala MAPN 4 Medan, Dr. Syarifuddin, S.Pd.I., M.A., menyampaikan bahwa penguatan soft skill dan pencegahan penyalahgunaan narkoba perlu menjadi perhatian bersama seluruh unsur pendidikan. Menurutnya, madrasah memiliki tanggung jawab untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kokoh, berakhlak mulia, serta mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif.
Ia menilai bahwa kolaborasi antara madrasah, BNN, Kementerian Agama, dinas pendidikan, tenaga pendidik, orang tua, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung perkembangan peserta didik. Melalui koordinasi lintas lembaga, berbagai program pembinaan diharapkan dapat berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan remaja.
Lebih lanjut, untuk ke depannya, MAPN 4 Medan berkomitmen untuk terus mendorong penguatan pendidikan karakter melalui kegiatan pembelajaran, pembinaan kesiswaan, kegiatan ekstrakurikuler, serta edukasi mengenai bahaya narkoba dan pentingnya pola hidup sehat. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran peserta didik agar berani menolak penyalahgunaan narkoba, bertanggung jawab terhadap diri sendiri, serta mampu menjadi teladan positif di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Dr. Syarifuddin juga berharap hasil rapat koordinasi ini tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui program nyata yang melibatkan seluruh warga madrasah. Guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam mendampingi peserta didik, mengenali kebutuhan perkembangan mereka, serta membangun komunikasi yang terbuka agar berbagai persoalan remaja dapat ditangani secara tepat dan bijaksana.
Partisipasi Kepala MAPN 4 Medan dalam kegiatan ini menjadi wujud dukungan terhadap upaya membangun pendidikan yang berorientasi pada pengembangan kompetensi, penguatan karakter, dan perlindungan generasi muda dari ancaman narkoba. Sinergi antara lembaga pendidikan dan instansi terkait diharapkan mampu melahirkan peserta didik yang cerdas, terampil, berintegritas, memiliki daya tahan diri yang kuat, serta siap menjadi generasi penerus bangsa yang sehat dan berprestasi.
Melalui penguatan soft skill dan komitmen bersama dalam pelaksanaan P4GN, MAPN 4 Medan terus mendukung terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman, positif, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya madrasah dalam mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara emosional, kuat secara karakter, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

