Penyuluh KUA Medan Sunggal Berikan Penguatan Rohani kepada Pasien RSU Bina Kasih

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Sindar Purba, S.Th., M.Pd., melaksanakan program Bimbingan Penyuluhan (BP) bagi pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum (RSU) Bina Kasih, Jalan TB Simatupang, Medan, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Kementerian Agama Kota Medan dalam memberikan pelayanan mental dan spiritual secara langsung kepada masyarakat, khususnya pasien yang sedang menjalani perawatan dan membutuhkan penguatan batin.

Dalam pelayanan rohani tersebut, Sindar Purba menyampaikan pesan penguatan bertajuk “Sayangi Dirimu, Sayangi Hidupmu”, berdasarkan firman Tuhan dalam 1 Korintus 6:19–20. Pesan ini mengingatkan bahwa tubuh manusia merupakan bait Roh Kudus yang harus dijaga dan dihormati sebagai bentuk syukur atas anugerah kehidupan dari Tuhan. Ia mengajak para pasien untuk tetap optimistis, menghargai kehidupan, memelihara harapan, serta berserah diri kepada Tuhan sembari menjalani proses pengobatan dan perawatan medis.

Pelayanan rohani ini turut diperkuat oleh Ruminna Sinaga, M.Pd., sesama Penyuluh Agama Kristen, yang menyampaikan tema “Hidup Penuh dengan Perjuangan.” Ia memotivasi pasien agar tetap tabah dan tidak mudah menyerah dalam menghadapi masa-masa sulit. Sementara itu, Roni Antonius Sitanggang, S.Ag., selaku Penyuluh Agama Katolik, memberikan pesan pastoral bertema “Mari Berjuang tetapi Jaga Kesehatanmu.” Kolaborasi lintas penyuluh agama ini menghadirkan pendampingan yang menyejukkan serta memperkuat iman dan semangat para pasien dari kamar ke kamar. Seluruh rangkaian kunjungan dan bimbingan rohani didampingi oleh Timotius Barus yang memastikan kegiatan berjalan tertib, khidmat, dan tetap memperhatikan kenyamanan pasien serta lingkungan rumah sakit. Pendampingan ini menjadi bentuk komitmen bersama untuk memberikan pelayanan spiritual secara humanis, penuh kasih, dan sesuai dengan kebutuhan pasien.

Apresiasi juga disampaikan oleh Rohani Silalahi, selaku supervisor sekaligus penanggung jawab ruangan di Lantai 2 RSU Bina Kasih. Ia menyampaikan terima kasih atas kehadiran, kepedulian, dan doa yang diberikan oleh tim penyuluh Kementerian Agama Kota Medan. Pelayanan rohani tersebut dinilai memberikan dukungan moral dan spiritual bagi pasien selama menjalani masa perawatan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari tenaga medis yang bertugas. Para dokter dan perawat turut membantu kelancaran kunjungan para penyuluh ke ruang perawatan. Bahkan, pada saat doa bersama untuk kesembuhan pasien, sejumlah tenaga medis yang berada di lokasi ikut mengamini doa tersebut. Suasana kebersamaan ini memperlihatkan pentingnya sinergi antara pelayanan kesehatan fisik dan pendampingan mental serta spiritual bagi pasien.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kegiatan pelayanan rohani yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Kristen bersama Penyuluh Agama Katolik di RSU Bina Kasih. Menurutnya, kolaborasi lintas agama tersebut merupakan bentuk nyata pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang menghadapi sakit dan penderitaan.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan penyuluh agama Kristen yang bersinergi dan berkolaborasi dengan penyuluh agama Katolik untuk memberikan pendampingan kepada pasien rawat inap di Rumah Sakit Bina Kasih. Kehadiran mereka memang sangat dibutuhkan oleh pasien untuk memberikan nilai-nilai religi, memperkuat keimanan, serta membangkitkan semangat hidup di tengah penderitaan. Mereka yang sedang sakit memang membutuhkan kehadiran kita untuk memberikan motivasi, penghiburan, dan penguatan agar tetap memiliki harapan,” ujar Agus Salim.

Ia berharap kegiatan bimbingan penyuluhan rohani seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerja sama yang baik antara KUA, para penyuluh agama, dan pihak rumah sakit. Dengan demikian, pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik, tetapi juga memperhatikan kebutuhan batin dan spiritual pasien.
Melalui kegiatan ini, Kementerian Agama Kota Medan melalui KUA Medan Sunggal menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif, humanis, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Doa, motivasi, dan pendampingan rohani diharapkan menjadi sumber kekuatan bagi pasien untuk menjalani perawatan dengan tabah, penuh harapan, dan tetap bersandar pada nilai-nilai keimanan.(SP/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *