Medan (Humas) – Dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., kembali melaksanakan bimbingan keagamaan kepada jamaah Serikat Tolong-Menolong (STM) Islamiyah pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman H. Misdi selaku Ketua STM Islamiyah, yang beralamat di Jalan Mushola Nomor 15, Lingkungan 10, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan. Dalam kesempatan itu, Paidi menyampaikan dakwah bertema ajakan mempersiapkan bekal terbaik untuk kembali menghadap Allah SWT.
Mengawali tausiah, Paidi mengingatkan jamaah tentang hakikat kehidupan dunia yang bersifat sementara, sedangkan kehidupan akhirat merupakan kehidupan yang kekal dan abadi. Ia menjelaskan bahwa setiap manusia akan menghadapi kematian sehingga perlu memanfaatkan waktu yang dimiliki untuk memperbanyak amal saleh. “Hakikat kehidupan yang kita jalani ini sangat dekat dengan kematian. Sebelum ajal menjemput, orang yang cerdas adalah mereka yang mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhiratnya,” ujar Paidi.
Lebih lanjut, Paidi menegaskan bahwa bekal terbaik untuk kembali kepada Allah SWT adalah ketakwaan. Menurutnya, takwa diwujudkan melalui kesungguhan menjalankan segala perintah Allah SWT sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an dan hadis serta menjauhi segala larangan-Nya. Ia mengajak jamaah agar tidak hanya memahami ajaran agama secara teori, tetapi juga menerapkannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. “Bekal terbaik kita untuk kembali kepada Allah SWT adalah takwa, yaitu menjalankan perintah-Nya dengan sebaik-baiknya dan meninggalkan segala larangan-Nya,” tambahnya.
Paidi juga memberikan sejumlah contoh amalan yang menjadi bagian dari ketaatan kepada Allah SWT, di antaranya mendirikan salat, menunaikan zakat, melaksanakan puasa Ramadan, dan menunaikan ibadah haji bagi yang mampu. Selain itu, ia mengingatkan pentingnya membiasakan diri melakukan kebaikan serta memberikan manfaat bagi orang lain. Menurutnya, ketakwaan tidak hanya tercermin dalam hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga dalam sikap, kepedulian, dan perilaku terhadap sesama. “Jadilah pribadi yang senantiasa berusaha memberikan manfaat bagi orang lain, karena kebaikan yang kita lakukan merupakan bagian penting dari pengamalan ajaran agama,” ungkap Paidi.
Dalam penyampaiannya, Paidi turut mengingatkan jamaah agar menjauhi berbagai perbuatan yang dilarang agama, seperti mabuk-mabukan, penyalahgunaan narkoba, perjudian daring atau judi online, serta tindakan menganiaya, menyakiti, dan menzalimi orang lain. Ia menjelaskan bahwa perbuatan tersebut dapat merusak kehidupan pribadi, keluarga, dan lingkungan sosial serta membawa konsekuensi pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, setiap muslim hendaknya senantiasa menjaga diri, mengendalikan hawa nafsu, dan memperbaiki perilaku agar kehidupan di dunia menjadi lebih baik serta memperoleh keselamatan di akhirat.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi dialog dan tanya jawab. Salah seorang jamaah bernama Mulyadi mengajukan pertanyaan mengenai tanggung jawab manusia terhadap dirinya sendiri. Menanggapi pertanyaan tersebut, Paidi menjelaskan bahwa setiap manusia bertanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya, baik perbuatan baik maupun perbuatan buruk. “Setiap manusia memiliki tanggung jawab terhadap dirinya sendiri. Jika kita berbuat baik, kebaikan itu akan membawa manfaat bagi diri kita. Sebaliknya, apabila kita berbuat zalim, menyiksa, merusak, atau menyakiti diri sendiri, semua itu akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” jawab Paidi. Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk memohon keselamatan dunia dan akhirat bagi keluarga serta doa bagi arwah yang diniatkan oleh tuan rumah.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas semangat Penyuluh Agama Islam dalam melaksanakan dakwah dan pembinaan umat melalui berbagai kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Ia berharap materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan bimbingan keagamaan ini, jamaah STM Islamiyah diharapkan semakin memperkuat iman, meningkatkan ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta menyadari pentingnya mempersiapkan bekal akhirat sejak dini. Dengan demikian, nilai-nilai agama dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik, penuh kepedulian, dan senantiasa berada dalam rida Allah SWT.(Paidi).

