Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Mahla Tarigan, kembali melaksanakan bimbingan kerohanian bagi pasien rawat inap di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. Muhammad Ildrem, Kamis, 29 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung di rumah sakit yang beralamat di Jalan Tali Air Nomor 21, Kelurahan Mangga, Kota Medan, ini mengangkat tema “Tuhan Yesus Bersama Umat”. Turut hadir sejumlah penyuluh agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Medan, yaitu Elvina Barasa, Sendra Tarigan, Amanda Purba, Rahmat Napitupulu, Windu Manik, Asima Manik, dan Borong Sitepu.
Kegiatan diawali oleh Mahla Tarigan dengan mengajak pasien bersenandung dan menyanyikan lagu-lagu pujian atau lagu-lagu gereja. Suasana penuh kehangatan dan kekhidmatan tercipta ketika para pasien mengikuti pujian yang disampaikan. Melalui nyanyian rohani tersebut, para penyuluh berupaya menghadirkan penghiburan, menumbuhkan ketenangan batin, serta memberikan semangat kepada pasien dalam menjalani proses pemulihan. Bimbingan kerohanian ini secara khusus diberikan kepada pasien rawat inap beragama Kristen, sedangkan pasien dari agama lain mendapatkan pendampingan sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing.
Selanjutnya, Asima Manik menyampaikan materi mengenai kehadiran Tuhan Yesus Kristus yang senantiasa menyertai dan menyatu dengan umat-Nya. Ia menjelaskan bahwa hubungan Kristus dengan umat dapat diibaratkan seperti kepala dengan anggota tubuh, mempelai pria dengan mempelai wanita, gembala yang baik dengan kawanan domba, serta batu penjuru dengan batu-batu yang hidup. Melalui berbagai gambaran tersebut, pasien diajak untuk memahami bahwa kasih dan penyertaan Tuhan tidak pernah terputus. “Yesus berjanji tidak akan meninggalkan umat-Nya, melainkan menyertai setiap langkah kehidupan hingga akhir zaman,” ujar Asima Manik.
Bimbingan kemudian dilanjutkan oleh Rahmat Napitupulu yang mengajak pasien memahami bahwa Tuhan Yesus turut merasakan beban penderitaan dan penganiayaan yang dialami umat-Nya. Menurutnya, kasih Kristus menjadi sumber pengharapan bagi setiap orang yang menghadapi kesulitan, termasuk mereka yang sedang menjalani perawatan. “Yesus merasakan setiap beban penderitaan umat-Nya. Melalui kasih dan kuasa-Nya, Yesus mencukupi kebutuhan jasmani maupun rohani umat yang percaya kepada-Nya,” ungkap Rahmat.
Lebih lanjut, Rahmat menjelaskan bahwa karya salib Yesus tidak hanya memulihkan hubungan manusia dengan Allah, tetapi juga mempersatukan sesama manusia dalam keluarga besar yang dilandasi kasih. Oleh karena itu, umat Kristiani diajak untuk menaati perintah Tuhan dan menjadikan teladan Kristus sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. “Sebagai umat Kristiani, kita harus hidup saling mengasihi, mengampuni, dan menerima sesama tanpa syarat sebagaimana Kristus menerima umat-Nya,” tuturnya. Pesan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan kekuatan rohani, sikap saling menghargai, serta pengharapan dalam diri pasien selama menjalani perawatan.
Menjelang akhir kegiatan, Elvina Barasa memimpin doa bersama dengan penuh khidmat. Dalam doa tersebut, ia memohon agar para pasien diberikan kesembuhan, kekuatan, ketenangan hati, serta kesempatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga dan menjalani kehidupan dengan lebih baik. Ia juga mendoakan agar para pasien senantiasa memperoleh tuntunan Tuhan dalam menjalankan kehidupan rohani sesuai dengan keyakinan mereka. Kehadiran para penyuluh agama diharapkan menjadi bentuk perhatian dan dukungan moral yang memberikan penghiburan bagi pasien selama menjalani masa pemulihan.
Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., mengapresiasi semangat para penyuluh agama Kristen yang secara konsisten memberikan pendampingan kerohanian kepada pasien RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem. Menurutnya, pelayanan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian Kementerian Agama dalam memenuhi kebutuhan spiritual masyarakat, termasuk mereka yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit. “Kami sangat mengapresiasi para penyuluh agama yang terus memberikan pendampingan kepada pasien. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberikan penghiburan, mengurangi beban pikiran, serta menumbuhkan semangat dan harapan dalam menjalani proses pemulihan,” ungkap Agus Salim. Melalui kegiatan ini, bimbingan kerohanian diharapkan tidak hanya memperkuat iman pasien, tetapi juga menghadirkan kedamaian batin, dukungan moral, dan semangat untuk menjalani kehidupan dengan penuh pengharapan.(Paidi).

