Jadikan Takwa sebagai Bekal Hidup, Penyuluh KUA Medan Sunggal Bina Jamaah Masjid Rahmatan Lil Alamin

Medan (Humas) – Dalam upaya meningkatkan nilai ketauhidan, keimanan, dan ketakwaan umat Islam, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Sunggal, Paidi, S.Ag., menyampaikan khutbah Jumat dengan mengangkat tema “Takwa sebagai Bekal Hidup untuk Kembali kepada Allah SWT”. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Rahmatan Lil Alamin yang beralamat di Jalan Patriot No. 3, Kompleks Rencong Emas, Kelurahan Lalang, Kecamatan Medan Sunggal, Jumat (30/10/2026), dan dihadiri sekitar 150 jamaah.

Dalam khutbahnya, Paidi menyampaikan bahwa mempersiapkan diri untuk kembali kepada Allah SWT merupakan sebuah keniscayaan bagi setiap manusia. Menurutnya, sebaik-baik bekal yang harus dipersiapkan dalam menjalani kehidupan dunia menuju akhirat adalah ketakwaan kepada Allah SWT. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 197 yang artinya, “Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal.” Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah perjalanan sementara menuju kehidupan akhirat.

Lebih lanjut, Paidi menjelaskan bahwa takwa secara sederhana merupakan sikap menjalankan segala perintah Allah SWT dan menjauhi seluruh larangan-Nya dengan penuh kesadaran. Ia mengibaratkan kehidupan manusia seperti seorang musafir yang menempuh perjalanan jauh dan membutuhkan bekal agar selamat sampai tujuan. Demikian pula manusia yang menjalani kehidupan di dunia, harus mempersiapkan bekal amal saleh dan ketakwaan sebelum tiba saatnya kembali kepada Sang Pencipta. “Kehidupan di dunia ini adalah perjalanan menuju akhirat. Oleh karena itu, setiap Muslim harus senantiasa mempersiapkan bekal terbaiknya, yaitu takwa kepada Allah SWT,” ujar Paidi.

Untuk memperkuat bekal ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari, Paidi menyampaikan beberapa langkah nyata yang dapat diterapkan oleh setiap Muslim. Pertama, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT atau hablum minallah melalui menjaga kualitas salat wajib dan sunnah, memperbanyak zikir, serta rutin membaca dan mentadaburi Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Kedua, menjaga akhlak mulia atau hablum minannas dengan membiasakan perilaku jujur, adil, sabar, menjaga amanah, serta meningkatkan tanggung jawab sosial terhadap sesama manusia.
Ketiga, senantiasa melakukan introspeksi diri atau muhasabah dengan mengevaluasi setiap perbuatan yang dilakukan setiap hari serta menyadari bahwa seluruh amal akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Keempat, menjaga kehalalan harta dengan mengelola keuangan secara bijak, menunaikan zakat dan infak, serta menjauhi praktik riba. Kelima, menerima setiap ketetapan Allah SWT dengan penuh kesabaran dan rasa syukur, yakni berlapang dada ketika menghadapi ujian serta senantiasa mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan-Nya. “Takwa harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, baik melalui ibadah kepada Allah, akhlak kepada sesama, menjaga kehalalan rezeki, maupun kesabaran dan rasa syukur dalam menghadapi kehidupan,” tambahnya. Usai penyampaian khutbah, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan salat Jumat berjamaah yang dipimpin langsung oleh Paidi sebagai imam. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, lancar, khusyuk, dan khidmat.

Kepala KUA Kecamatan Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada penyuluh agama Islam yang senantiasa menunjukkan semangat dalam melaksanakan tugas dakwah, termasuk kesediaan menjalankan tanggung jawab sebagai khatib dan imam salat Jumat di tengah masyarakat.
Ia berharap kehadiran penyuluh agama Islam dapat menjadi solusi dan memberikan kontribusi nyata dalam memenuhi kebutuhan bimbingan keagamaan masyarakat. Ilmu dan pesan keagamaan yang disampaikan diharapkan mampu memberikan manfaat bagi jamaah serta menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, keimanan, dan ketakwaan kepada Allah SWT.

Melalui khutbah Jumat tersebut, jamaah diajak untuk memahami bahwa takwa bukan sekadar ucapan, melainkan harus diwujudkan melalui ketaatan beribadah, akhlak mulia, introspeksi diri, menjaga kehalalan harta, serta kesabaran dan rasa syukur. Dengan menjadikan takwa sebagai bekal utama, setiap Muslim diharapkan mampu menjalani kehidupan dunia dengan penuh tanggung jawab dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya untuk menghadap Allah SWT di akhirat kelak.(Paidi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *