Tutup Bulan Rosario, Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal Ajak Umat Perkuat Iman

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang menyampaikan renungan dalam kegiatan penutupan Bulan Rosario bersama umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta pada Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 20.00–21.30 WIB. Kegiatan ini berlangsung di rumah keluarga K. Hutajulu/br. Tampubolon, Jalan Bunga Sakura III, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan.

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi umat untuk mengakhiri Bulan Rosario dengan doa bersama, pendalaman Sabda Tuhan, serta refleksi iman yang mengajak setiap keluarga semakin dekat dengan Allah.
Renungan dalam kegiatan ini mengambil bacaan Injil Lukas 14:1–6, yang mengisahkan Yesus menyembuhkan seorang yang sakit busung air pada hari Sabat. Ketika berada di rumah seorang pemimpin orang Farisi, Yesus menghadapi orang-orang yang mengamati tindakan-Nya. Ia kemudian mengajukan pertanyaan mengenai apakah diperbolehkan menyembuhkan orang pada hari Sabat. Melalui peristiwa tersebut, Yesus menunjukkan bahwa kasih dan belas kasih harus menjadi dasar dalam memahami serta menjalankan hukum Allah.

Dalam renungannya, umat diajak memahami bahwa tindakan Yesus menyembuhkan orang sakit merupakan wujud nyata belas kasih Allah kepada manusia. Yesus tidak membiarkan aturan keagamaan menghalangi tindakan untuk menolong orang yang menderita. Sabda Tuhan ini mengingatkan umat bahwa kehidupan beriman tidak cukup diwujudkan melalui doa dan pelaksanaan aturan keagamaan, tetapi juga harus tampak dalam kepedulian terhadap sesama. Kasih kepada Allah perlu diwujudkan melalui tindakan konkret yang membawa kebaikan, penghiburan, dan harapan bagi orang lain.

Sejalan dengan penutupan Bulan Rosario, umat juga diajak meneladani Bunda Maria sebagai pribadi yang setia mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya dalam kehidupan. Doa Rosario bukan sekadar rangkaian doa yang diulang, melainkan kesempatan untuk merenungkan perjalanan hidup Yesus bersama Bunda Maria. Melalui permenungan peristiwa-peristiwa Rosario, umat diajak semakin mengenal Kristus, memahami kasih-Nya, dan meneladani sikap kerendahan hati, kesetiaan, serta kepedulian Maria terhadap sesama. Semangat doa tersebut hendaknya terus dihidupi meskipun Bulan Rosario telah berakhir.

Lebih lanjut, umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta diajak menghubungkan pesan Injil dengan kehidupan keluarga dan lingkungan. Semangat kasih yang ditunjukkan Yesus dapat diwujudkan melalui perhatian kepada anggota keluarga, kepedulian terhadap orang sakit, bantuan bagi mereka yang mengalami kesulitan, serta kesediaan membangun perdamaian ketika terjadi perselisihan. Demikian pula, semangat doa Rosario hendaknya mendorong umat untuk menjadi pribadi yang lebih sabar, rendah hati, dan peduli. Dengan demikian, doa tidak berhenti pada kata-kata, tetapi menghasilkan perubahan sikap dan tindakan yang mencerminkan kasih Kristus.

Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kegiatan bimbingan kerohanian yang dilaksanakan oleh Penyuluh Agama Katolik tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata pelayanan keagamaan kepada umat dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan. Ia berharap melalui kegiatan penyuluhan dan pendampingan rohani, nilai-nilai keagamaan semakin tertanam dalam kehidupan umat sehingga melahirkan perilaku yang baik, memperkuat kepedulian sosial, serta menciptakan kedamaian dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat.
“ Kami sangat mengapresiasi kegiatan bimbingan kerohanian yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Katolik sebagai wujud pelayanan keagamaan kepada umat. Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan nilai-nilai keimanan semakin meningkat sehingga tumbuh perilaku yang baik, serta tercipta kedamaian dan kerukunan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujar Agus Salim.

Melalui kegiatan penutupan Bulan Rosario ini, umat Lingkungan Santa Teresa Kalkuta diharapkan semakin bertumbuh dalam iman dan semakin tekun membangun kehidupan doa dalam keluarga. Renungan dari Injil Lukas 14:1–6 mengingatkan bahwa kasih dan belas kasih harus menjadi bagian utama dalam kehidupan kristiani. Berakhirnya Bulan Rosario bukan berarti berakhir pula kebiasaan berdoa bersama Bunda Maria, melainkan menjadi momentum untuk melanjutkan semangat doa dan pelayanan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan meneladani Yesus dan Bunda Maria, umat diharapkan semakin mampu menghadirkan kasih Allah di tengah keluarga, lingkungan Gereja, dan masyarakat.(RAS/PAI).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *