Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Area, Julhaidir Sembiring, bertindak sebagai pembina upacara di Perguruan Al-Jam’iyatul Washliyah, Jalan Ismailiyah No. 82, Medan, Senin (2/11/2026).
Dalam amanatnya, Julhaidir menyampaikan sejumlah pesan penting kepada para siswa, khususnya peserta didik Madrasah Al-Qismul Aly, agar terus meningkatkan semangat belajar, memperluas wawasan keilmuan, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus ulama yang mampu menjawab tantangan zaman.
Julhaidir yang merupakan alumni Perguruan Al-Jam’iyatul Washliyah mengungkapkan rasa senang dan bangganya dapat kembali ke almamater untuk memberikan motivasi kepada para siswa. Menurutnya, madrasah tersebut memiliki sejarah penting dalam mencetak kader ulama yang berkontribusi bagi umat dan bangsa.
“Madrasah Al-Qismul Aly merupakan salah satu lembaga pendidikan yang mencetak kader-kader ulama. Banyak alumni kita yang melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri untuk menimba ilmu. Karena itu, saya mengajak seluruh siswa agar lebih giat belajar, sehingga kelak dapat mengikuti jejak para pendahulu dan menjadi pewaris para nabi, yaitu ulama,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa semangat menuntut ilmu harus dibarengi dengan keterbukaan terhadap berbagai disiplin ilmu. Menurutnya, Islam tidak mempertentangkan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan umum. Keduanya dapat saling melengkapi dalam membangun peradaban dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.
Julhaidir mencontohkan kejayaan peradaban Islam pada masa Dinasti Abbasiyah yang melahirkan banyak ilmuwan Muslim terkemuka, seperti Ibnu Sina dalam bidang kedokteran, Al-Farabi dalam bidang filsafat, Al-Biruni dalam berbagai kajian ilmiah, serta Al-Khawarizmi dalam bidang matematika.
“Jangan pernah meremehkan ilmu-ilmu umum. Sejarah membuktikan bahwa peradaban Islam pernah mencapai masa kejayaan karena umat Islam menguasai berbagai bidang ilmu pengetahuan. Para ilmuwan Muslim tidak hanya memiliki pemahaman agama, tetapi juga memberikan sumbangan besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dunia,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengajak para siswa untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai bekal menghadapi perkembangan zaman. Ia mengaitkan pentingnya penguasaan ilmu dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surah Ar-Rahman ayat 33 yang menjelaskan bahwa jin dan manusia tidak dapat menembus penjuru langit dan bumi kecuali dengan sulthan, yakni kekuatan atau kemampuan yang diberikan Allah.
Menurutnya, ayat tersebut menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan kemampuan, memperkuat penguasaan ilmu pengetahuan, serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana dan bertanggung jawab.
“Jika kalian ingin menguasai dunia, kuasailah ilmu pengetahuan dan teknologi. Jadilah generasi Muslim yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga unggul dalam sains, teknologi, dan berbagai bidang keahlian. Dengan demikian, kalian dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan umat dan bangsa,” pesannya.
Selain aspek keilmuan, Julhaidir juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan, ketaatan terhadap aturan madrasah, serta penghormatan kepada guru. Ia menekankan bahwa keberhasilan dalam menuntut ilmu tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh akhlak, kesungguhan, dan keberkahan ilmu yang diperoleh.
“Belajarlah dengan disiplin, ikuti aturan sekolah, dan hormatilah guru-guru kalian. Ilmu yang bermanfaat harus disertai akhlak yang baik. Insyaallah, dengan ilmu yang berkah, kalian akan memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara alumni dan almamater sekaligus menumbuhkan motivasi belajar bagi para siswa. Kehadiran Julhaidir diharapkan dapat menginspirasi peserta didik agar terus berprestasi, menjaga nilai-nilai keislaman, serta mempersiapkan diri menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, dan berdaya saing.
Melalui amanat tersebut, Julhaidir berharap para siswa Perguruan Al-Jam’iyatul Washliyah mampu meneruskan perjuangan para pendahulu, menjadi ulama yang berwawasan luas, serta berperan aktif dalam membangun masyarakat dan bangsa dengan berlandaskan nilai-nilai Islam.

