Penyuluh Agama Katolik Kemenag Medan Dampingi OMK dan Dewasa, Perdalam Makna Pengakuan Dosa sebagai Persiapan Sakramen Krisma

Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Hamma Sitohang, memberikan pendampingan kepada Orang Muda Katolik (OMK) dan umat dewasa di Gereja Induk Paroki Santa Maria Ratu Rosari Tanjung Selamat, Medan, Minggu (1/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Kursus Persiapan Perkawinan (KPP), Jalan Flamboyan Raya No. 139, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara, ini diikuti oleh 75 peserta.

Pendampingan tersebut mengangkat tema “Pengakuan Dosa sebagai Syarat Utama untuk Menerima Sakramen Krisma”. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta mengenai pentingnya Sakramen Tobat atau Pengakuan Dosa sebagai bagian dari persiapan rohani sebelum menerima Sakramen Krisma.

Dalam kegiatan tersebut, Hamma Sitohang menjelaskan arti dan makna Pengakuan Dosa dalam kehidupan iman umat Katolik. Pengakuan Dosa merupakan kesempatan bagi umat untuk menyadari kesalahan, bertobat, serta memperoleh pengampunan Allah melalui pelayanan Gereja. Melalui sakramen ini, umat diajak untuk memperbarui hubungan dengan Allah dan sesama.

Hamma menegaskan bahwa setiap umat Katolik yang akan menerima Sakramen Krisma perlu mempersiapkan diri secara rohani, salah satunya melalui Pengakuan Dosa. “Pengakuan Dosa bukan sekadar mengakui kesalahan, tetapi merupakan langkah pertobatan untuk mempersiapkan hati menerima rahmat Roh Kudus dalam Sakramen Krisma,” ungkap Hamma.

Lebih lanjut, peserta diajak memahami bahwa persiapan menerima Sakramen Krisma tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan persyaratan administratif, tetapi juga membutuhkan kesiapan iman dan hati yang sungguh-sungguh. Dengan memahami makna Pengakuan Dosa, umat diharapkan semakin menyadari pentingnya pertobatan dan hidup dalam kasih Allah.

Melalui pendampingan ini, Hamma Sitohang berharap OMK dan umat dewasa semakin memahami makna Sakramen Tobat serta mempersiapkan diri dengan baik untuk menerima Sakramen Krisma. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kehidupan iman umat dan mendorong mereka menjadi pribadi Katolik yang semakin dewasa dalam iman, serta mampu menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *