Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Amri Sembiring, menyampaikan materi keagamaan dengan mengangkat tema “Tetap Sabar dan Menjalin Silaturahmi” pada Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan bimbingan dan penguatan pemahaman keagamaan kepada masyarakat. Dalam penyampaiannya, Amri mengajak jamaah untuk menjadikan kesabaran sebagai landasan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama melalui silaturahmi.
Amri Sembiring menjelaskan bahwa kesabaran bukan hanya tentang menerima keadaan, tetapi juga kemampuan mengendalikan diri dan tetap berpegang teguh pada ajaran agama. Setiap persoalan hendaknya dihadapi dengan pikiran yang jernih, hati yang lapang, serta keyakinan bahwa Allah SWT senantiasa memberikan jalan keluar. Selain itu, umat Islam perlu membiasakan diri untuk tidak mudah berprasangka buruk ketika menghadapi keadaan yang tidak sesuai harapan. Sikap sabar juga perlu diwujudkan melalui perkataan dan perbuatan yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaian materinya, Amri turut menekankan bahwa silaturahmi memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan hubungan antarsesama. Menurutnya, hubungan persaudaraan yang terpelihara dapat menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai keadaan. “Kesabaran harus kita hadirkan dalam setiap keadaan, bukan hanya melalui sikap menerima, tetapi juga dengan menjaga lisan dan perbuatan. Selain itu, jangan pernah memutus silaturahmi, karena melalui hubungan yang baik kita dapat saling menguatkan, membantu, dan mengingatkan dalam kebaikan,” ungkap Amri. Ia berharap pesan tersebut dapat diterapkan jamaah dalam kehidupan keluarga maupun lingkungan masyarakat.
Sementara itu, Amri juga mengingatkan bahwa menjaga silaturahmi tidak harus selalu dilakukan melalui pertemuan besar atau kegiatan khusus. Perhatian sederhana, saling menyapa, mengunjungi kerabat, serta membantu orang lain merupakan bentuk nyata dalam memelihara hubungan persaudaraan. Senada dengan hal itu, Islam mengajarkan umatnya untuk saling menghormati, menjaga ukhuwah, dan menjauhi perselisihan. Dengan demikian, silaturahmi tidak hanya mempererat hubungan sosial, tetapi juga menjadi bagian dari pengamalan nilai-nilai keislaman.
Selain kesabaran dan silaturahmi, jamaah diajak untuk senantiasa memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui ibadah dan doa. Amri mengingatkan bahwa ketenangan hati dapat dibangun dengan menjaga salat, memperbanyak zikir, serta membiasakan diri membaca dan memahami Al-Qur’an. Nilai-nilai keagamaan tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam mengambil keputusan dan menyikapi berbagai persoalan. Melalui penerapan ajaran agama secara konsisten, masyarakat diharapkan mampu membangun kehidupan yang lebih harmonis dan penuh kepedulian.
Penyampaian materi keagamaan tersebut diharapkan dapat menambah pemahaman jamaah mengenai pentingnya kesabaran dan menjaga persaudaraan. Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan terus berupaya menghadirkan bimbingan keagamaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Selain memberikan pemahaman tentang ajaran Islam, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memperkuat keimanan, kesabaran, dan silaturahmi, masyarakat diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang rukun, damai, dan saling mendukung.

