Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan Ajak Pasien Perkuat Doa dan Ikhtiar untuk Kesembuhan

Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan bimbingan rohani bagi pasien di Rumah Sakit Muhammadiyah Sumatera Utara, Kota Medan, pada Selasa (3/11/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan, M. Iqbal dan Mahmud Alkausari Nasution, yang menyampaikan pesan keagamaan tentang menghadapi sakit dengan kesabaran dan keyakinan kepada Allah SWT. Dalam penyampaiannya, keduanya mengingatkan bahwa sakit merupakan bagian dari ujian kehidupan yang perlu disikapi dengan sabar, doa, dan ikhtiar. Bimbingan ini diharapkan dapat memberikan ketenangan serta penguatan spiritual bagi pasien dalam menjalani proses pengobatan.

M. Iqbal menyampaikan bahwa sakit tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan harapan dan menjauh dari Allah SWT. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada-Nya melalui doa, zikir, dan ibadah. Selain itu, pasien diharapkan tetap memiliki keyakinan bahwa setiap penyakit dan kesulitan berada dalam pengetahuan serta kehendak Allah SWT. Sikap sabar dan tawakal perlu disertai dengan usaha menjalani pengobatan sesuai anjuran tenaga medis.

Dalam kesempatan tersebut, M. Iqbal juga mengingatkan bahwa doa merupakan salah satu bentuk ikhtiar seorang hamba dalam memohon pertolongan dan kesembuhan kepada Allah SWT. Ia mengajak pasien untuk tidak berhenti memanjatkan doa, sekalipun sedang menghadapi kondisi kesehatan yang sulit. Menurutnya, keyakinan kepada Allah perlu senantiasa dijaga agar pasien memiliki kekuatan batin dalam menjalani proses pengobatan. “Ketika sakit, jangan pernah berhenti berdoa dan berharap kepada Allah SWT. Kita harus tetap sabar, memperkuat keyakinan, serta menjalani pengobatan dengan sungguh-sungguh, karena kesembuhan merupakan karunia dan ketetapan dari Allah,” ungkap M. Iqbal.

Sementara itu, Mahmud Alkausari Nasution turut menyampaikan pentingnya membiasakan doa dan zikir dalam kehidupan, khususnya ketika sedang menghadapi ujian berupa sakit. Menurutnya, doa tidak hanya menjadi permohonan untuk memperoleh kesembuhan, tetapi juga sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ia mengajak pasien untuk menjadikan doa dan zikir sebagai penguat hati serta menjaga harapan selama menjalani masa pengobatan. “Tiada kata seindah doa dan tiada syair seindah zikir, karena melalui keduanya kita dapat mencurahkan harapan serta memohon pertolongan Allah SWT. Teruslah berdoa dengan tulus, menjaga keyakinan, dan tidak kehilangan semangat dalam menjalani ikhtiar untuk sembuh,” tutur Mahmud.

Senada dengan hal itu, keduanya mengajak pasien dan keluarga untuk saling memberikan dukungan selama proses pemulihan. Kehadiran keluarga, perhatian, serta doa dari orang-orang terdekat dapat menjadi penguat bagi pasien dalam menghadapi kondisi yang sedang dijalani. Selain itu, menjaga pikiran dan hati agar tetap tenang juga menjadi bagian penting dalam membangun semangat selama masa pengobatan. Nilai kesabaran, kepedulian, dan saling menguatkan diharapkan terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan bimbingan rohani ini, Penyuluh Agama Islam Kemenag Medan berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kehadiran penyuluh di lingkungan rumah sakit menjadi bentuk kepedulian dalam memberikan pendampingan spiritual bagi pasien dan keluarga. Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat “Penyuluh Bergerak, Penyuluh Berkarya” dalam memperluas manfaat bimbingan keagamaan di berbagai lingkungan masyarakat. Diharapkan pesan tentang kesabaran, doa, dan ikhtiar dapat menjadi penguat bagi pasien untuk menjalani proses pemulihan dengan penuh harapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *