Medan (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan melaksanakan kegiatan Bimbingan Remaja Usia Nikah (BRUN) Berjadwal dan BRUN Berdampak di STIM Sukma Medan, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya penyuluh agama dalam memperkuat karakter generasi muda melalui pendekatan keagamaan yang relevan dengan tantangan kehidupan remaja saat ini. Dalam bimbingan tersebut, para peserta diajak memahami bahwa masa remaja merupakan fase peralihan menuju kedewasaan yang ditandai dengan gejolak emosi, idealisme, serta keinginan untuk lebih mandiri dari orang tua.
Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan, Mahmud Hasan Nasution, menjelaskan bahwa masa remaja kerap diwarnai krisis identitas, kebingungan, dan proses pencarian jati diri. Kondisi tersebut dapat membuat remaja merasa kurang memahami dirinya sendiri, baik dalam lingkungan keluarga maupun pergaulan sosial. Karena itu, mereka membutuhkan perhatian dan pendampingan yang tepat agar mampu mengenali potensi diri, mengelola emosi, serta menentukan arah kehidupan secara bijaksana.
“Remaja berada pada fase pencarian jati diri sehingga membutuhkan arahan dan pendampingan yang baik agar mereka mampu memahami dirinya, mengelola emosi, serta menentukan pilihan hidup berdasarkan nilai-nilai agama,” ungkap Mahmud.
Ia juga menyampaikan bahwa persoalan yang dialami remaja dapat memunculkan kecemasan, perasaan kesepian, hingga depresi apabila tidak mendapatkan perhatian yang memadai. Oleh karena itu, pendekatan keagamaan menjadi salah satu upaya untuk memberikan ketenangan batin sekaligus membangun kesadaran dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Menurutnya, pemahaman agama dapat menjadi pedoman dalam membentuk pola pikir, mengendalikan perilaku, dan menanamkan nilai-nilai moral sehingga remaja memiliki landasan yang kuat dalam menghadapi pengaruh negatif lingkungan dan perkembangan zaman.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan, Syarifuddin Pasaribu, menekankan bahwa penguatan karakter remaja perlu dibangun melalui penanaman dan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Agama tidak hanya mengajarkan kewajiban beribadah, tetapi juga membentuk sikap disiplin, tanggung jawab, pengendalian diri, serta kepedulian terhadap sesama. Ia mengingatkan agar remaja menjadikan ajaran agama sebagai landasan dalam mengambil keputusan dan menyikapi berbagai tantangan pergaulan.
“Pendekatan agama menjadi salah satu jalan penting dalam membimbing remaja, karena melalui pemahaman dan pengamalan ajaran agama, mereka dapat membangun ketenangan hati, memperkuat karakter, serta memiliki pedoman dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan,” jelas Syarifuddin.
Kegiatan BRUN Berjadwal dan BRUN Berdampak ini diharapkan menjadi ruang edukasi dan pembinaan yang memberikan manfaat nyata bagi perkembangan generasi muda. Melalui materi yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan remaja, penyuluh agama berupaya memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali jati diri, menjaga pergaulan, serta mengendalikan emosi. Pembinaan tersebut juga diarahkan untuk menumbuhkan nilai moral, membangun kepercayaan diri, dan meningkatkan kesadaran dalam menjaga perilaku.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Dr. H. Impun Siregar, MA, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pembinaan remaja yang dilakukan oleh para penyuluh agama. Ia menilai pendampingan generasi muda perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan perkembangan dan tantangan yang mereka hadapi. “Penyuluh agama memiliki peran penting dalam membimbing generasi muda agar tumbuh dengan karakter yang kuat dan berlandaskan nilai-nilai agama. Saya berharap kegiatan seperti ini terus dikembangkan sehingga remaja tidak hanya memperoleh pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Impun.
Melalui kegiatan di STIM Sukma Medan tersebut, Penyuluh Agama Islam Kemenag Kota Medan berharap pembinaan generasi muda dapat terus dilaksanakan secara terarah dan berkesinambungan. Keberhasilan pembentukan karakter remaja juga membutuhkan dukungan keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat. Sejalan dengan semangat Penyuluh Bergerak, Penyuluh Berkarya, program BRUN Berjadwal dan BRUN Berdampak diharapkan dapat berkontribusi dalam membentuk generasi muda yang religius, berakhlak mulia, memiliki ketahanan diri, serta siap menghadapi tantangan masa depan.

