Medan (Humas) – Penyuluh Agama Buddha Kementerian Agama Kota Medan, Ari Suryana, memberikan penyuluhan keagamaan kepada warga binaan beragama Buddha di Rumah Tahanan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (Rutan BNNP Sumut) pada Kamis (5/11/2026). Dalam kegiatan tersebut, Ari menyampaikan ceramah Dhamma dengan mengangkat kisah pertobatan Angulimala sebagai inspirasi untuk memperbaiki diri dan meninggalkan perbuatan buruk. Kisah ini menggambarkan perjalanan seseorang yang mampu mengubah kehidupannya setelah menyadari kesalahan dan menerima bimbingan Buddha. Melalui penyuluhan tersebut, warga binaan diajak memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah dan membangun kehidupan yang lebih baik.
Dalam ceramahnya, Ari Suryana menjelaskan bahwa Angulimala merupakan sosok yang dikenal memiliki masa lalu kelam karena melakukan berbagai perbuatan buruk sebelum akhirnya bertemu dengan Buddha. Pertemuan tersebut menjadi titik balik kehidupannya setelah menerima bimbingan dan memahami ajaran Dhamma. Angulimala kemudian menyadari kesalahan yang telah diperbuat, meninggalkan perilaku buruk, dan bertekad menjalani kehidupan yang lebih baik hingga mencapai tingkat kesucian Arahat. “Kisah Angulimala mengajarkan bahwa masa lalu yang kelam bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang, karena setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah selama ada kemauan dan kesungguhan untuk memperbaiki diri,” jelas Ari.
Selain itu, Ari menyampaikan bahwa pertobatan dalam ajaran Buddha tidak cukup hanya dengan menyesali kesalahan yang telah dilakukan, tetapi harus diwujudkan melalui perubahan nyata. Perubahan tersebut dapat dimulai dengan memperbaiki pikiran, ucapan, dan perbuatan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengajak warga binaan untuk tidak terus-menerus terpuruk dalam penyesalan, melainkan menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pembelajaran untuk menjalani kehidupan yang lebih baik. Menurutnya, tekad dan kesungguhan untuk meninggalkan perilaku buruk merupakan langkah penting dalam membangun kehidupan yang lebih bermakna.
Sementara itu, Ari mengajak warga binaan menjadikan kisah Angulimala sebagai motivasi selama menjalani proses pembinaan di Rutan BNNP Sumut. Ia menekankan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan dengan diri sendiri, keluarga, maupun lingkungan masyarakat. Senada dengan hal itu, ia mengingatkan bahwa perubahan membutuhkan kesabaran, pengendalian diri, dan konsistensi dalam menjalankan niat baik. “Jangan menjadikan kesalahan masa lalu sebagai alasan untuk berhenti memperbaiki diri, tetapi jadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran agar ke depan kita dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik,” pesannya.
Lebih lanjut, Ari mengingatkan warga binaan tentang pentingnya menjaga pikiran, ucapan, dan perbuatan sebagai bagian dari praktik ajaran Buddha. Pengembangan cinta kasih atau mettā dan kebijaksanaan atau paññā menjadi nilai penting yang perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain membantu membangun kebiasaan positif, nilai-nilai tersebut juga dapat menjadi landasan untuk memperbaiki hubungan dengan sesama manusia. Dengan menerapkan ajaran Dhamma secara konsisten, warga binaan diharapkan mampu mengembangkan pengendalian diri dan membangun karakter yang lebih baik.
Melalui penyuluhan keagamaan ini, Ari Suryana berharap pesan Dhamma yang disampaikan dapat memberikan penguatan spiritual bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan. Kisah pertobatan Angulimala diharapkan menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk memperbaiki diri selalu terbuka bagi siapa pun yang memiliki tekad untuk berubah. Pembinaan keagamaan juga diharapkan dapat membantu warga binaan membangun kesadaran diri serta mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu menjadi pribadi yang lebih bijaksana, mandiri, dan bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan selanjutnya.

