Medan (Humas) – Pengalaman buruk yang pernah dialami seseorang bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan dapat menjadi pelajaran untuk memperbaiki diri. Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Medan, Indah Fredyanto Manik, dalam kegiatan penyuluhan keagamaan di Polsek Medan Timur. Kegiatan ini mengangkat tema bahwa setiap orang memiliki pengalaman yang tidak baik, tetapi tetap berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui penyuluhan tersebut, peserta diajak untuk tidak terjebak dalam kesalahan masa lalu dan mulai membangun kehidupan yang lebih positif.
Dalam penyampaiannya, Indah Fredyanto Manik menjelaskan bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup dan pengalaman yang berbeda-beda. Ada kalanya seseorang melakukan kesalahan atau mengalami peristiwa yang meninggalkan kesan buruk dalam kehidupannya. Namun, kondisi tersebut tidak seharusnya membuat seseorang kehilangan harapan untuk memperbaiki diri. Ia menekankan bahwa masa lalu sebaiknya dijadikan bahan pembelajaran agar seseorang dapat melangkah ke arah yang lebih baik. “Setiap orang mungkin memiliki pengalaman yang tidak baik dalam hidupnya, tetapi bukan berarti kehidupannya akan terus menjadi tidak baik, karena setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Indah menyampaikan bahwa salah satu langkah penting dalam proses perubahan diri adalah mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Kedekatan dengan Allah SWT dapat dibangun melalui ibadah, doa, serta memperbanyak perbuatan baik dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengingatkan bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi pedoman bagi seseorang dalam menghadapi berbagai persoalan dan menentukan pilihan hidup. Dengan memperkuat hubungan spiritual, seseorang diharapkan memperoleh ketenangan hati serta kekuatan untuk meninggalkan kebiasaan buruk.
Selain memperbaiki hubungan dengan Allah SWT, Indah juga mengajak peserta untuk membangun sikap saling menghargai dan tidak mudah menghakimi orang lain. Menurutnya, seseorang yang sedang berusaha berubah membutuhkan dukungan dan kesempatan untuk membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi lebih baik. Kesalahan yang pernah dilakukan tidak seharusnya menjadi alasan untuk terus memberikan penilaian negatif terhadap seseorang. “Jangan hanya melihat seseorang dari kesalahan yang pernah dilakukannya, tetapi berikan kesempatan untuk berubah dan membuktikan bahwa dirinya mampu menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.
Sementara itu, ia menjelaskan bahwa perubahan diri membutuhkan niat, kesungguhan, dan konsistensi dalam menjalankannya. Perubahan tidak harus dimulai dari hal-hal besar, tetapi dapat dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti menjaga perilaku, mengendalikan emosi, memperbaiki ibadah, dan membiasakan diri melakukan kebaikan. Setiap langkah kecil yang dilakukan secara berkelanjutan dapat menjadi bagian dari proses membangun kehidupan yang lebih baik. Dengan demikian, pengalaman buruk tidak hanya menjadi kenangan, tetapi juga menjadi pengingat untuk terus belajar dan memperbaiki diri.
Melalui kegiatan penyuluhan tersebut, Penyuluh Kristen Kemenag Medan berharap pesan keagamaan yang disampaikan dapat memberikan motivasi kepada peserta untuk tidak menyerah dalam menjalani proses perubahan. Ia mengajak setiap orang agar tidak terus-menerus menyalahkan masa lalu, melainkan menjadikannya sebagai pelajaran untuk menata masa depan. Mendekatkan diri kepada Sang Pencipta diharapkan dapat menjadi landasan dalam membangun kehidupan yang lebih baik dan bermakna. Pada akhirnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah selama disertai kemauan, usaha, dan kesungguhan dalam memperbaiki diri.

