Medan (Humas) – Kebenaran tidak cukup hanya diketahui, tetapi harus diakui, disampaikan secara terbuka, dan diwujudkan dalam perilaku. Pesan tersebut menjadi salah satu pokok pembelajaran dalam kegiatan Tahsin Al-Qur’an yang diselenggarakan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung rutin setiap Selasa pukul 14.00 WIB ini dibimbing oleh Dr. Syarto Syarif, Lc., M.A. dan H. Harun Arrasyid, Lc., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Medan Amplas. Peserta terdiri atas ibu-ibu muslimat yang tergabung dalam beberapa majelis taklim di wilayah Kecamatan Medan Amplas.
Pelaksanaan program ini merupakan tindak lanjut arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh penyuluh, penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar senantiasa memberikan pelayanan dan bimbingan yang prima serta berdampak nyata bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari Dra. Imaniyah, M.H., salah seorang tokoh muslimah yang berperan aktif sebagai penggerak. Partisipasi ibu-ibu dari berbagai majelis taklim menunjukkan bahwa pembinaan Al-Qur’an dapat menjadi ruang belajar bersama untuk meningkatkan pemahaman agama sekaligus mempererat hubungan sosial.
Tasmi’ Al-Qur’an dan Penguatan Ketelitian Bacaan
Pembelajaran diawali dengan pembacaan QS. Al-Baqarah ayat 40–42 oleh para peserta secara bergantian. Bacaan tersebut disimak langsung atau ditasmi’ oleh H. Harun Arrasyid. Proses penyimakan menjadi bagian penting dalam pembelajaran tahsin karena peserta berkesempatan melatih ketepatan pelafalan huruf, memperhatikan kaidah tajwid, serta memperbaiki bacaan Al-Qur’an.
Setelah sesi tasmi’ selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penjelasan dan tadabbur QS. Al-Baqarah ayat 40 oleh Dr. Syarto Syarif. Ayat tersebut memuat seruan kepada Bani Israil untuk mengingat nikmat Allah Ta’ala, memenuhi janji kepada-Nya, serta hanya kepada-Nya mereka hendaknya merasa takut.
Dr. Syarto kemudian mengaitkan pesan ayat 40 dengan ayat 41 dan 42, khususnya peringatan agar manusia tidak mencampuradukkan kebenaran dengan kebatilan serta tidak menyembunyikan kebenaran yang telah diketahui.
Integritas: Tidak Mencampuradukkan yang Haq dengan yang Batil
Dalam penjelasannya, Dr. Syarto menekankan bahwa QS. Al-Baqarah ayat 42 mengandung peringatan yang sangat relevan dengan kehidupan umat saat ini, yakni larangan mencampuradukkan yang haq dengan yang batil serta menyembunyikan kebenaran, padahal mengetahuinya.
Menurutnya, pesan tersebut mengandung dua pelajaran mendasar. Pertama, seorang muslim harus memiliki ketegasan dalam membedakan kebenaran dan kebatilan. Keduanya tidak boleh dikaburkan demi kepentingan pribadi, kelompok, jabatan, maupun keuntungan sesaat. Kedua, mengetahui kebenaran harus diikuti keberanian untuk mengakuinya dan menyampaikannya secara jujur.
Sikap diam ketika kebenaran sengaja disembunyikan atau kebatilan dibiarkan berkembang dapat menjadi persoalan moral, terutama apabila seseorang memiliki pengetahuan dan tanggung jawab untuk menyampaikan hal yang benar. Dalam kehidupan sehari-hari, pesan ini dapat diterapkan dengan membiasakan diri berkata jujur, tidak memutarbalikkan fakta, tidak menyebarkan informasi menyesatkan, serta tidak membenarkan kesalahan hanya karena dilakukan oleh orang dekat atau pihak yang memiliki kepentingan.
Tadabbur tersebut mengingatkan bahwa integritas bukan sekadar kemampuan berbicara tentang kebenaran, melainkan keselarasan antara pengetahuan, ucapan, dan tindakan. Seorang muslim dituntut untuk menjaga kejujuran sekaligus memiliki keberanian moral dalam mempertahankan nilai-nilai yang benar.
Tahsin sebagai Jalan Membumikan Nilai Al-Qur’an
Melalui perpaduan kegiatan tasmi’ dan tadabbur, program Tahsin KUA Medan Amplas diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas bacaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran dalam memahami serta mengamalkan kandungan Al-Qur’an. Pembinaan ini menjadi penting agar interaksi masyarakat dengan Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan membaca, tetapi berlanjut pada pembentukan karakter dan perilaku sehari-hari.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan salat Asar berjamaah. Suasana kebersamaan yang terbangun menjadi bagian dari penguatan ukhuwah di antara peserta dari berbagai majelis taklim.
Konsistensi pelaksanaan program Tahsin setiap pekan menjadi salah satu wujud komitmen KUA Kecamatan Medan Amplas dalam menghadirkan bimbingan keagamaan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat. Sejalan dengan arahan Kepala KUA, pembinaan ini diharapkan membawa manfaat nyata, yakni masyarakat semakin baik dalam membaca Al-Qur’an, semakin cermat memahami pesan-pesannya, serta semakin berintegritas dalam menjaga dan menyampaikan kebenaran.

