Medan (Humas) – Kepedulian terhadap kebutuhan spiritual pasien terus diwujudkan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Amplas melalui kegiatan Bimbingan Rohani (Bimroh) di rumah sakit. Kali ini, pendampingan dilaksanakan di Rumah Sakit Mitra Sejati, Selasa (3/11/2026), dengan menyasar pasien dan keluarga yang membutuhkan penguatan iman, ketenangan batin, serta motivasi dalam menjalani proses pengobatan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tiga Penyuluh Agama Islam, yakni Dr. Syarto, Lc., M.A., H. Harun Arrasyid, Lc., M.A., dan Nurbaiti Lubis. Pelaksanaannya merupakan tindak lanjut dari arahan Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, S.Ag., M.A., kepada seluruh penyuluh, penghulu, dan Penata Layanan Operasional (PLO) agar senantiasa memberikan pelayanan dan bimbingan yang prima serta berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh mengunjungi pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU) lantai 2, yakni kamar 205 dan 207, serta lantai 3, kamar 303 dan 306. Selain menyambangi pasien yang menjalani perawatan intensif, mereka juga menjenguk Muhammad Arifin, pasien asal Marendal yang mengalami stroke ringan dan sedang menunggu layanan fisioterapi.
Kunjungan kepada Muhammad Arifin menjadi salah satu bentuk perhatian penyuluh terhadap pasien yang sedang menjalani masa pemulihan. Menurut para penyuluh, pasien tidak hanya membutuhkan penanganan medis dan fisioterapi, tetapi juga dukungan moral serta penguatan spiritual agar tetap memiliki semangat dalam menjalani proses pemulihan. Pasien juga diingatkan untuk terus berikhtiar dan mengikuti penanganan medis sesuai arahan tenaga kesehatan.
Selain memberikan penguatan kepada pasien, para penyuluh mengingatkan keluarga agar senantiasa memberikan semangat dan motivasi kepada anggota keluarga yang sedang sakit. Keluarga diharapkan menjadi sumber dukungan dengan menyampaikan kata-kata yang menenangkan, memberikan perhatian, serta mengingatkan pasien agar tidak berhenti berusaha memperoleh kesembuhan. Ikhtiar medis dan doa hendaknya berjalan beriringan sebagai bentuk usaha lahir dan batin.
Kepada para pasien, penyuluh menyampaikan pesan tentang pentingnya kesabaran, tawakal, dan husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah Ta’ala. Sakit merupakan ujian yang dapat menghadirkan keterbatasan fisik maupun tekanan psikologis. Karena itu, pasien diajak untuk tidak mudah kehilangan harapan, tetap menjaga keteguhan iman, serta meyakini bahwa setiap ujian memiliki hikmah. Tawakal juga dimaknai sebagai sikap berserah diri kepada Allah setelah melakukan ikhtiar secara maksimal, termasuk menjalani pengobatan dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.
Dalam bimbingan tersebut, pasien turut diingatkan agar tetap menjaga salat meskipun sedang berada dalam kondisi sakit. Pelaksanaan ibadah dapat disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi kesehatan masing-masing. Islam memberikan keringanan bagi orang yang sakit, termasuk dalam bersuci melalui tayamum bagi pasien yang tidak memungkinkan menggunakan air sesuai ketentuan syariat. Selain itu, para penyuluh mengingatkan pentingnya istirahat dan tidak memaksakan aktivitas di luar kemampuan tubuh selama menjalani proses perawatan.
Kepala KUA Kecamatan Medan Amplas, H. Muhammad Lukman Hakim Hasibuan, menyampaikan bahwa kegiatan Bimroh merupakan salah satu bentuk pelayanan keagamaan yang perlu terus dihadirkan di tengah masyarakat. Ia berharap para penyuluh tidak hanya memberikan bimbingan di tempat ibadah dan lingkungan masyarakat, tetapi juga menjangkau pasien yang membutuhkan pendampingan spiritual di rumah sakit.
Pada akhir kegiatan, rangkaian Bimroh ditutup dengan doa bersama. Doa dipanjatkan agar seluruh pasien diberikan kesembuhan, kekuatan, dan kesabaran dalam menjalani perawatan, serta dimudahkan segala urusannya. Melalui kegiatan ini, KUA Kecamatan Medan Amplas terus berupaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kehadiran para penyuluh di ruang perawatan diharapkan menjadi sumber penguatan iman, ketenangan, dan harapan bagi pasien maupun keluarga.

