Medan (Humas) – Penyuluh Agama Kristen KUA Medan Sunggal, Mahla Tarigan, kembali melaksanakan pembinaan kerohanian kepada warga binaan korban penyalahgunaan NAPZA di Medan Plus, Jalan Jamin Ginting, Pasar VII, Nomor 43/45, Kelurahan Beringin, Kota Medan, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini turut didampingi oleh penyuluh agama Kristen Kementerian Agama Kota Medan, yakni Elvina Barasa, Sedra Tarigan, Amanda Purba, Rahmat Napitupulu, Fitri Sartika Sihotang, Natalina Tumanggor, Windu Manik, Asima Manik, Borong Sitepu, dan Maulina Manik. Pembinaan kerohanian diberikan kepada warga binaan yang beragama Kristen, sedangkan warga binaan yang menganut agama lain memperoleh pembinaan sesuai agama dan kepercayaan masing-masing.
Selanjutnya, pembinaan kerohanian disampaikan oleh Borong Sitepu dengan mengutip pesan Alkitab tentang pentingnya memiliki semangat untuk sembuh dan senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap keadaan. Ia mengingatkan bahwa Tuhan tidak pernah meninggalkan umat-Nya, termasuk mereka yang sedang menghadapi pergumulan hidup. “Kita harus memiliki semangat untuk sembuh karena Tuhan senantiasa bersama umat-Nya. Jangan pernah kehilangan harapan, sebab selalu ada kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik,” ujar Borong Sitepu.
Pembinaan kemudian dilanjutkan oleh Rahmat Napitupulu yang mengajak warga binaan untuk menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kasih Tuhan menjadi kekuatan bagi setiap orang untuk bangkit dari keterpurukan dan menjalani proses pemulihan dengan penuh keyakinan. “Hadirkan kasih dalam diri kita, maka Tuhan akan menolong kita. Dengan kasih, kebersamaan, dan semangat untuk berubah, kita dapat saling menguatkan dalam menghadapi setiap tantangan kehidupan,” ungkap Rahmat. Para penyuluh juga memberikan motivasi, pencerahan, dan pengetahuan keagamaan agar keimanan warga binaan semakin kuat serta memiliki keteguhan untuk tidak kembali terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Sementara itu, Sedra Tarigan dalam penyampaiannya mengajak seluruh warga binaan untuk membangun semangat kebersamaan dan saling mendukung dalam proses pemulihan. Ia menegaskan bahwa setiap orang membutuhkan dukungan dan penguatan dari sesama agar mampu melewati masa-masa sulit. “Kita harus bersama-sama bergandengan tangan untuk saling menguatkan, sehingga Tuhan memberikan keselamatan kepada kita semua. Jangan merasa sendiri dalam menghadapi pergumulan, karena melalui kebersamaan kita dapat memperoleh kekuatan untuk bangkit,” tutur Sedra Tarigan.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan konsistensi penyuluh agama Kristen dalam memberikan pelayanan serta pendampingan kerohanian kepada warga binaan Medan Plus. Menurutnya, kehadiran penyuluh agama sangat dibutuhkan untuk memberikan penguatan spiritual, motivasi, dan harapan bagi mereka yang sedang menjalani proses pemulihan. “Kami sangat mengapresiasi para penyuluh agama Kristen yang senantiasa hadir memberikan bimbingan dan pendampingan kepada warga binaan korban NAPZA. Mereka membutuhkan perhatian dan penguatan. Semoga melalui pembinaan ini, mereka diberikan kekuatan untuk sembuh dari ketergantungan, sehingga dapat kembali berkumpul bersama keluarga dalam keadaan sehat dan terbebas dari NAPZA,” ungkap Agus Salim.
Melalui kegiatan pembinaan kerohanian ini, diharapkan warga binaan Medan Plus semakin memiliki keteguhan iman, semangat hidup, serta keyakinan untuk menjalani proses pemulihan. Pendampingan tersebut juga menjadi wujud nyata kepedulian KUA Medan Sunggal dan Kementerian Agama Kota Medan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, penuh kasih, dan berkesinambungan. Dengan bekal spiritual yang kuat serta dukungan dari lingkungan sekitar, para warga binaan diharapkan mampu meninggalkan ketergantungan NAPZA dan kembali menjalani kehidupan yang sehat, produktif, serta bermanfaat bagi keluarga dan masyarakat.(Paidi).

