Medan (Humas) – Dalam rangka mengoptimalkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat, Penyuluh Agama Kristen Fungsional Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Medan melaksanakan kegiatan Bimbingan dan Penyuluhan (BP) keagamaan bagi pasien rawat inap beragama Kristen di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bina Karsa, Jalan Pales III, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan pelayanan rohani tersebut dipimpin oleh dua Penyuluh Agama Kristen Fungsional Kemenag Kota Medan, yakni Sindar Purba, S.Th., M.Pd., yang bertugas di KUA Kecamatan Medan Sunggal, bersama Drammes Lumbantobing, S.Th., M.Pd., dari KUA Kecamatan Medan Perjuangan.
Kehadiran kedua penyuluh disambut baik oleh pihak rumah sakit serta para pasien rawat inap yang mengikuti kegiatan pembinaan rohani tersebut.
Dalam penyuluhannya, Sindar Purba, S.Th., M.Pd. menyampaikan materi bertema “Kita Pasti Bisa”. Materi ini bertujuan membangkitkan rasa percaya diri, menumbuhkan pengharapan, serta memberikan semangat kepada para pasien agar tetap kuat dan optimis dalam menjalani proses perawatan dan pemulihan. Sebagai landasan penguatan iman, Sindar mengangkat firman Tuhan yang tertulis dalam Filipi 4:13: “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Melalui ayat tersebut, para pasien diajak untuk senantiasa mengandalkan Tuhan, memelihara iman, serta percaya bahwa setiap pergumulan dapat dihadapi dengan kekuatan dan penyertaan-Nya.
Sementara itu, Drammes Lumbantobing, S.Th., M.Pd. turut mendampingi kegiatan dengan memimpin doa syafaat bagi kesembuhan para pasien serta memberikan pendekatan pastoral secara personal. Kolaborasi kedua penyuluh tersebut menghadirkan suasana ibadah yang khidmat, penuh sukacita, dan membangun, sekaligus memberikan perhatian terhadap kebutuhan spiritual para pasien selama menjalani perawatan.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan kepedulian Penyuluh Agama Kristen yang secara konsisten memberikan pendampingan serta penguatan iman kepada pasien rawat inap di RSJ Bina Karsa. Menurutnya, pelayanan keagamaan merupakan bagian penting dari pengabdian penyuluh agama kepada masyarakat, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani perawatan kesehatan jiwa.
“Saya sangat mengapresiasi penyuluh agama Kristen yang senantiasa hadir memberikan pendampingan dan penguatan iman kepada pasien rawat inap di RSJ Bina Karsa. Kehadiran penyuluh agama sangat berarti untuk memberikan semangat, menumbuhkan harapan, membantu mengurangi beban pikiran dan stres, serta menguatkan pasien agar tetap optimis dalam menjalani proses pengobatan dan pemulihan,” ujar Agus Salim.
Ia berharap kegiatan bimbingan dan penyuluhan keagamaan tersebut dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan sebagai bentuk nyata kepedulian Kementerian Agama terhadap masyarakat yang membutuhkan pendampingan rohani. Sinergi antara penyuluh agama dan pihak rumah sakit diharapkan mampu memberikan dukungan spiritual yang positif serta melengkapi upaya medis dalam proses pemulihan pasien.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kota Medan kembali menegaskan komitmennya bahwa pelayanan penyuluhan agama tidak hanya dilaksanakan di rumah ibadah dan lingkungan masyarakat, tetapi juga menjangkau rumah sakit serta berbagai tempat yang membutuhkan sentuhan pelayanan rohani. Dengan demikian, nilai-nilai keimanan, kasih, dan pengharapan dapat terus hadir untuk menguatkan setiap insan dalam menghadapi berbagai pergumulan kehidupan.(SP/PAI).

