Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Medan, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan pendampingan katekumen privat kepada Dewi Juwita Sigalingging pada Jumat (6/11/2026), pukul 11.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Pastoran Paroki Santo Antonius dari Padua Hayam Wuruk Medan, Jalan Hayam Wuruk No. 1, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru. Pendampingan kali ini mengangkat materi “Syahadat Para Rasul” sebagai bagian penting dalam pembinaan dan penguatan iman calon anggota Gereja Katolik.
Dalam pendampingan tersebut, Dewi Juwita Sigalingging dibimbing untuk memahami makna Syahadat Para Rasul sebagai rumusan pokok iman Gereja Katolik. Materi ini mencakup pengakuan iman kepada Allah Bapa, Yesus Kristus Putra Allah, dan Roh Kudus, serta iman akan Gereja, pengampunan dosa, kebangkitan badan, dan kehidupan kekal. Melalui pembelajaran ini, peserta tidak hanya diajak menghafal rumusan iman, tetapi juga memahami dan menghayati makna setiap pernyataan iman dalam kehidupan sehari-hari.
Roni Antonius Sitanggang menjelaskan bahwa Syahadat Para Rasul merupakan fondasi penting bagi setiap orang yang ingin bertumbuh dalam iman Katolik. Pengakuan iman hendaknya tidak hanya diucapkan melalui kata-kata, tetapi diwujudkan dalam kehidupan nyata melalui doa, partisipasi dalam perayaan sakramen, kasih kepada sesama, serta kesetiaan terhadap ajaran Gereja. Dengan demikian, seorang Katolik diharapkan mampu menjadikan imannya sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak di tengah keluarga maupun masyarakat.
Sukacita pembinaan iman tersebut semakin lengkap karena pada hari yang sama, Dewi Juwita Sigalingging menerima Sakramen Baptis dan resmi menjadi anggota Gereja Katolik. Sakramen Baptis dilaksanakan di Kapel Pastoran Paroki Hayam Wuruk Medan dan dipimpin oleh Pastor Moses Elias Situmorang, OFM.Cap. Penerimaan sakramen ini menjadi momen penuh makna dalam perjalanan iman Dewi Juwita setelah menjalani proses pendampingan dan pembinaan sebagai seorang katekumen.
Melalui Sakramen Baptis, Dewi Juwita Sigalingging diterima dalam kehidupan baru sebagai anak Allah sekaligus menjadi bagian dari persekutuan umat Gereja Katolik. Sakramen Baptis merupakan pintu masuk kehidupan Kristiani dan menjadi dasar bagi penerimaan sakramen-sakramen lainnya. Oleh karena itu, Dewi Juwita diharapkan semakin mengenal dan mengasihi Yesus Kristus, bertumbuh dalam iman, serta aktif mengambil bagian dalam kehidupan menggereja dan pelayanan kepada sesama.
Roni Antonius Sitanggang menyampaikan bahwa pendampingan katekumen merupakan bagian penting dari pelayanan penyuluh agama dalam membimbing umat agar semakin memahami, menghayati, dan mengamalkan ajaran iman. “Sakramen Baptis bukanlah akhir perjalanan iman, melainkan awal kehidupan baru bersama Kristus. Semoga iman yang telah diterima terus bertumbuh dan diwujudkan melalui kasih serta pelayanan kepada sesama,” ungkap Roni. Ia berharap Dewi Juwita Sigalingging senantiasa teguh dalam iman, setia mengikuti Kristus, dan mampu menjadi saksi kasih Allah di tengah keluarga, Gereja, serta masyarakat.

