Medan (Humas) Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan, Marulam Nainggolan dan Hekdi Jojada Sinaga, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan bagi anak-anak dalam masa pembinaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Medan, Kamis (5/11/2026). Kegiatan yang berlangsung di Jalan Pemasyarakatan, Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Sumatera Utara ini dikemas dalam bentuk ibadat bersama dengan mengangkat tema “Pertobatan”, yang disesuaikan dengan bacaan Injil Lukas 15:1-10. Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan iman, menumbuhkan kesadaran diri, serta menghadirkan harapan baru bagi anak-anak binaan.
Dalam pelaksanaannya, Hekdi Jojada Sinaga bertugas sebagai pemimpin ibadat, sedangkan Marulam Nainggolan menyampaikan renungan berdasarkan pesan Injil Lukas 15:1-10. Suasana ibadat berlangsung dengan penuh khidmat dan menjadi kesempatan bagi anak-anak binaan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, merefleksikan perjalanan hidup, serta memahami bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri dan memulai kehidupan yang lebih baik.
Dalam renungannya, Marulam Nainggolan menekankan bahwa pertobatan bukan sekadar penyesalan atas kesalahan yang telah dilakukan, melainkan keberanian untuk berubah dan melangkah menuju kehidupan yang lebih baik. Melalui perumpamaan tentang domba yang hilang dan dirham yang hilang, ia mengajak anak-anak binaan untuk menyadari bahwa Tuhan senantiasa mencari, mengasihi, dan menyambut setiap orang yang mau kembali kepada-Nya. “Tidak ada seorang pun yang terlalu jauh dari kasih Tuhan. Setiap kita berharga di mata-Nya dan selalu memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Marulam.
Sementara itu, dalam kata pengantar ibadat, Hekdi Jojada Sinaga mengajak seluruh anak binaan untuk mengikuti ibadat dengan hati yang terbuka dan penuh kesungguhan. Ia mengingatkan bahwa ibadat bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi juga kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan Tuhan serta melakukan refleksi atas kehidupan. “Mari kita mengikuti ibadat ini dengan hati yang terbuka. Jangan pernah kehilangan harapan, karena Tuhan selalu memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk bertobat, memperbaiki diri, dan memulai hidup yang baru,” ujar Hekdi.
Melalui kegiatan penyuluhan ini, kedua penyuluh berharap agar pesan pertobatan dapat menjadi kekuatan rohani bagi anak-anak binaan dalam menjalani masa pembinaan. Masa pembinaan hendaknya tidak dipandang sebagai akhir dari perjalanan hidup, melainkan sebagai kesempatan berharga untuk belajar, memperbaiki kesalahan, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Kehadiran penyuluh agama juga menjadi bentuk perhatian dan pendampingan rohani agar anak-anak binaan tetap memiliki semangat, kepercayaan diri, serta harapan dalam menjalani kehidupan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata pelayanan dan kepedulian Penyuluh Agama Katolik Kementerian Agama Kota Medan dalam menghadirkan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat, termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan. Diharapkan melalui ibadat dan penyuluhan ini, benih-benih pertobatan, kasih, dan pengharapan dapat tumbuh dalam hati setiap anak binaan, sehingga kelak mereka mampu kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik, bertanggung jawab, dan memiliki masa depan yang cerah.

