Medan (Humas) – Penyuluh Agama Katolik KUA Medan Sunggal, Roni Antonius Sitanggang, melaksanakan kegiatan pendampingan bagi orang tua lanjut usia pada Jumat, 6 November 2026, pukul 10.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Pastoran Paroki Santo Antonius dari Padua Hayam Wuruk Medan, Jalan Hayam Wuruk No. 1, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru. Pendampingan kali ini mengangkat materi “Pesan Paus Fransiskus kepada Lansia” dengan peserta Binsar Siahaan dan Rugun Panjaitan.
Dalam pendampingan tersebut, peserta diajak memahami perhatian dan pesan Paus Fransiskus mengenai martabat serta peran penting orang tua lanjut usia dalam kehidupan Gereja dan masyarakat. Paus Fransiskus senantiasa mengingatkan bahwa lansia bukanlah kelompok yang boleh dilupakan atau disisihkan, melainkan pribadi-pribadi yang memiliki pengalaman hidup, kebijaksanaan, dan nilai-nilai iman yang berharga untuk diwariskan kepada generasi berikutnya. Materi juga menekankan bahwa usia lanjut bukan berarti kehilangan makna dan kesempatan untuk terus berkarya. Para lansia tetap memiliki panggilan untuk menghidupi iman, membangun relasi dengan Allah, serta memberikan kesaksian tentang kasih dan kesetiaan-Nya. Pengalaman menghadapi berbagai tantangan kehidupan dapat menjadi sumber kebijaksanaan yang memperkaya keluarga, lingkungan, dan komunitas Gereja.
Selanjutnya, dibahas pentingnya membangun hubungan antargenerasi. Paus Fransiskus mengajak keluarga dan masyarakat untuk menghargai, mendengarkan, serta memberikan perhatian kepada orang tua lanjut usia. Para lansia memiliki peran penting dalam meneruskan nilai-nilai kehidupan, tradisi, dan iman kepada generasi muda. Sebaliknya, generasi muda dipanggil untuk menunjukkan kasih, penghormatan, dan kepedulian kepada mereka.
Dalam suasana pendampingan yang penuh keakraban, Binsar Siahaan dan Rugun Panjaitan diajak untuk tetap memiliki semangat dalam menjalani kehidupan, tekun berdoa, serta mengambil bagian dalam kehidupan menggereja sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata kehadiran Gereja dalam memberikan perhatian kepada umat lanjut usia agar tetap merasa diterima, dihargai, dan menjadi bagian penting dari persekutuan umat beriman.
Kepala KUA Medan Sunggal, H. Agus Salim, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan apresiasi kepada Penyuluh Agama Katolik yang senantiasa memberikan bimbingan dan pendampingan kepada orang tua lanjut usia. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan keagamaan yang patut diapresiasi karena tidak hanya memberikan penguatan iman, tetapi juga membangun kepedulian sosial dan mempererat hubungan antarsesama. “Saya sangat mengapresiasi penyuluh agama Katolik yang senantiasa memberikan bimbingan kepada orang tua lanjut usia. Semoga pendampingan ini memberikan manfaat, meningkatkan keimanan, serta mewujudkan silaturahmi dan kerukunan antarumat beragama,” ujar Agus Salim.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua lanjut usia semakin menyadari martabat dan panggilannya sebagai pribadi yang berharga di hadapan Allah. Selain itu, keluarga dan lingkungan Gereja diharapkan semakin menumbuhkan kepedulian terhadap lansia melalui perhatian, penghormatan, dan pendampingan yang nyata. Semangat pesan Paus Fransiskus tersebut menjadi ajakan bagi seluruh umat untuk membangun Gereja yang ramah, penuh kasih, peduli, serta menghargai setiap generasi.(RAS/PAI).

