Dulu Siswa, Kini Tentara: Alumni MIN 2 Medan Kunjungi Almamater Tercinta

Medan (Humas) — Suasana penuh haru dan kebanggaan terasa menyelimuti halaman Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Medan, saat seorang tamu istimewa yang tak lain adalah alumni madrasah tersebut hadir dalam balutan seragam TNI. Ia adalah Rasyid, lulusan tahun 2015, yang kini telah menjadi prajurit TNI AL dan mengabdikan diri untuk negara. (07/09)

Kunjungan ini bukan sekadar nostalgia, namun juga sebagai bentuk motivasi dan inspirasi bagi adik-adik kelasnya yang saat ini masih menempuh pendidikan dasar. Kedatangan Rasyid disambut hangat oleh para guru, siswa, serta kepala MIN 2 Kota Medan, Safnita Fahmi Ahkam, S.Pd.I. yang mengaku bangga melihat salah satu alumninya berhasil mencapai cita-cita mulia.

“Kami sangat bangga dan terharu. Rasyid adalah bukti nyata bahwa pendidikan dasar yang baik akan menjadi pondasi kuat bagi masa depan. Semoga kunjungan ini bisa membangkitkan semangat belajar para siswa,” ujar Safnita dalam sambutannya.

Dalam kunjungannya, Rasyid berbagi cerita perjalanan hidupnya, mulai dari masa kecil sebagai siswa biasa di MIN 2, hingga perjuangannya menembus pendidikan militer yang tidak mudah. Ia menekankan pentingnya disiplin, doa orang tua, dan semangat pantang menyerah.

“Saya bukan anak yang selalu ranking satu, tapi saya punya impian. Di sinilah saya belajar disiplin salat, hormat kepada guru, dan semangat untuk terus maju. Semua itu saya bawa sampai saya lulus pendidikan militer,” tuturnya di hadapan para siswa yang mendengarkan dengan penuh antusias.

Tak hanya bercerita, Rasyid juga mengajak para siswa untuk aktif bertanya dan berdiskusi. Ia bahkan mengadakan sesi motivasi bertema “Cita-Cita Tinggi, Usaha Tak Henti”, yang disambut dengan semangat oleh para siswa. Mereka terlihat antusias bertanya tentang kehidupan seorang tentara, pelatihan militer, serta bagaimana bisa tetap semangat meski menghadapi banyak tantangan.

Sebagai penutup, Rasyid menyerahkan cendera mata kepada pihak madrasah sebagai bentuk kenangan dan rasa terima kasih kepada para guru yang telah membentuk karakter dan nilai-nilai dasar yang ia bawa hingga saat ini. “Saya tidak akan pernah lupa dari mana saya berasal. MIN 2 adalah tempat yang mengajarkan saya dasar-dasar kehidupan. Kedisiplinan, akhlak, dan semangat belajar, semua berawal dari sini,” katanya sambil menyalami para guru satu per satu.

Kegiatan ini pun ditutup dengan doa bersama dan sesi foto bersama siswa serta guru. Momen ini menjadi bukti nyata bahwa madrasah bukan hanya tempat menuntut ilmu, tetapi juga tempat menanamkan nilai-nilai kehidupan yang kuat. Kunjungan Rasyid menjadi pengingat bahwa dengan tekad, kerja keras, dan restu orang tua, tidak ada yang tidak mungkin. (YFK)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *