Penyuluh Agama Islam Jalin Kerja Sama Layanan Bimbingan Rohani dengan RS Wulan Windy

Medan (Humas) — Upaya meningkatkan pelayanan bimbingan rohani bagi masyarakat terus diperkuat oleh Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Penyuluh Agama Islam KUA Medan Marelan dan Rumah Sakit Wulan Windy, Medan Marelan pada Kamis (6/11). MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur RS Wulan Windy, Dr. Putra, bersama Kepala KUA Medan Marelan, H. Mukhtar Hasibuan, MA.

Melalui kerja sama ini, Penyuluh Agama Islam akan hadir secara reguler di RS Wulan Windy untuk memberikan bimbingan rohani, pendampingan spiritual, doa, serta layanan konsultasi keagamaan bagi pasien dan keluarga. Program tersebut diharapkan mampu memberikan ketenangan batin dan penguatan moral bagi pasien yang sedang menjalani perawatan.

Kepala KUA Medan Marelan, H. Mukhtar Hasibuan menyampaikan bahwa kerja sama ini sekaligus memperluas jangkauan pelayanan penyuluh kepada masyarakat yang tengah menghadapi ujian kesehatan.

“Penyuluh Agama Islam memiliki peran penting dalam menguatkan kondisi spiritual umat. Dengan MoU ini, penyuluh kami dapat memberikan pendampingan langsung kepada pasien, membantu mereka tetap sabar, tenang, dan tawakal selama masa perawatan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kehadiran penyuluh bukan hanya untuk memberikan tausiah, tetapi juga sebagai pendamping yang siap mendengarkan, menenangkan, dan memberi ruang bagi pasien untuk memperkuat keyakinan serta harapan.

“Pendampingan rohani itu bukan hanya ceramah, tetapi juga hadir untuk mendengar keluh kesah mereka, memberikan motivasi, dan memperkuat mental pasien dan keluarga,” tambahnya.

Direktur RS Wulan Windy, dr. Putra, menyambut baik kolaborasi tersebut dan menilai bahwa sinergi dengan KUA memiliki dampak positif bagi pelayanan rumah sakit.

“Kami bersyukur penyuluh agama dapat hadir mendampingi pasien di rumah sakit ini. Pendekatan spiritual sangat membantu kondisi psikologis pasien. Kami ingin pelayanan di RS Wulan Windy tidak hanya menyentuh medisnya, tetapi juga kebutuhan batin mereka,” ungkap dr. Putra.

Bagi Penyuluh Agama Islam, kerja sama ini menjadi momentum untuk memperluas pengabdian dan menghadirkan layanan keagamaan yang lebih dekat kepada masyarakat, khususnya mereka yang sedang menjalani masa pemulihan di rumah sakit. Pendampingan yang diberikan mencakup penguatan spiritual, motivasi keagamaan, serta dukungan emosional bagi pasien dan keluarga. Kehadiran penyuluh diharapkan mampu memberikan ketenangan, harapan, dan dorongan positif yang membantu proses penyembuhan pasien.

Ke depannya, kerja sama ini akan dijalankan secara terjadwal dan terstruktur. Penyuluh Agama Islam juga akan melakukan koordinasi berkala dengan pihak rumah sakit untuk memastikan kebutuhan rohani pasien dapat terpenuhi secara optimal.

MoU ini diharapkan menjadi langkah awal bagi Penyuluh Agama Islam untuk menghadirkan layanan spiritual yang lebih luas dan berdampak, sekaligus memperkuat komitmen Kementerian Agama dalam mendukung kesehatan masyarakat dari sisi spiritual dan moral.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *