Penyuluh Agama Katolik Ajak Kaum Ibu Stasi St. Fransiskus Xaverius Setia kepada Allah di Tengah Gaya Hidup Modern

Medan (Humas) Di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan nilai hidup, kaum ibu Katolik diharapkan tetap menjadi penjaga iman dan kesetiaan dalam keluarga. Peran mereka sebagai penopang rohani di tengah tantangan dunia modern menjadi semakin penting untuk meneguhkan nilai-nilai Injil dalam kehidupan sehari-hari. Semangat ini disampaikan dalam kegiatan pembinaan iman bagi Perkumpulan Ibu Katolik (PIK) Stasi St. Fransiskus Xaverius Sunggal di Aula gereja setempat, Sabtu (8/11/2025).

Kegiatan pembinaan ini menghadirkan Roni Antonius Sitanggang, S.Fil., selaku Penyuluh Agama Katolik Kota Medan. Materi yang dibawakan diberi judul “Mengabdi kepada Dua Tuan” yang inspirasinya bersumber dari Injil Luk. 16:9-15. Dalam penyampaiannya, Roni menegaskan bahwa sabda Yesus mengajarkan umat untuk setia hanya kepada Allah dan tidak menjadikan harta duniawi sebagai pusat kehidupan. “Yesus mengingatkan, tidak seorang pun dapat mengabdi kepada dua tuan. Orang harus memilih: apakah kita mau mengabdi kepada Allah atau kepada harta dunia. Dan kita dipanggil untuk memilih Allah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Roni menjelaskan bahwa hedonisme dan konsumerisme merupakan dua bentuk gaya hidup modern yang dapat menjauhkan manusia dari Allah. Hedonisme menempatkan kesenangan pribadi sebagai tujuan hidup, sementara konsumerisme mendorong seseorang untuk terus membeli dan mengonsumsi tanpa batas demi kepuasan diri. “Kedua gaya hidup ini berpusat pada diri sendiri, menjadikan diri sendiri sebagai pusat dan tujuan segalanya, sehingga membuat orang lupa akan panggilannya untuk mengasihi Tuhan,” jelasnya.

Penyuluh Agama Katolik ini juga menekankan bahwa harta duniawi seharusnya tidak menjadi tujuan utama hidup, melainkan sarana untuk memuliakan Tuhan dan melayani sesama. Ia mengajak para ibu Katolik untuk meneladani kesederhanaan dan kejujuran sebagai wujud kesetiaan kepada Allah. “Hidup sederhana bukan berarti miskin atau tidak memiliki apa-apa, melainkan penuh rasa syukur mampu menggunakan berkat Tuhan dengan bijak dan demi kemaslahatan banyak orang. Kaya seharusnya semakin membuat orang dekat sama Tuhan,” tambahnya.

Melalui kegiatan pembinaan ini, para anggota PIK diajak untuk semakin teguh menghadapi tantangan zaman dengan iman yang kokoh dan hati yang setia kepada Allah. Kaum ibu Katolik diharapkan menjadi teladan di tengah keluarga dan masyarakat, memancarkan kasih Kristus dalam tindakan nyata. Dengan kesetiaan kepada Tuhan di tengah gaya hidup modern, mereka diharapkan mampu menuntun keluarga dan masyarakat untuk hidup dalam damai, syukur, dan kasih yang sejati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *